BANJARBARU — Antusiasme peserta yang tinggi membuat jumlah penerima vaksinasi HPV di BBPOM Banjarbaru membengkak hingga hampir 300 orang, melampaui target yang ditetapkan Badan POM RI. Pelaksanaan dosis ketiga pada pertengahan Juli lalu menjadi penanda tuntasnya program yang telah berjalan sejak awal tahun.
Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, mengonfirmasi bahwa capaian program vaksinasi tahun ini melebihi ekspektasi. Vaksinasi diberikan secara bertahap: dosis pertama pada Januari, dosis kedua pada April, dan ditutup dengan dosis ketiga pada Juli 2026.
“Alhamdulillah targetnya sudah terpenuhi bahkan terlampaui. Dengan pelaksanaan dosis ketiga hari ini, rangkaian vaksinasi HPV tahun 2026 telah lengkap dilaksanakan,” ujarnya.
Program ini tidak berjalan sendiri. Ary menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi merupakan hasil kerja sama antara BBPOM di Banjarbaru, Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), dan Dharma Wanita Persatuan. Sasaran utama adalah pegawai perempuan, ibu-ibu, dan wanita usia produktif yang bersedia mengikuti vaksinasi.
“Vaksin HPV ini merupakan vaksin untuk mencegah infeksi Human Papilloma Virus yang dapat menyebabkan kanker leher rahim atau kanker serviks. Sasaran kami adalah pegawai perempuan, para ibu, dan wanita usia produktif yang bersedia mengikuti vaksinasi ini,” kata Ary.
Kanker serviks masih menjadi salah satu ancaman kesehatan serius bagi perempuan Indonesia. Vaksinasi HPV menjadi salah satu upaya perlindungan sejak dini yang dinilai efektif. BBPOM Banjarbaru berharap, program serupa dapat terus berlanjut jika kembali menjadi bagian dari kebijakan Badan POM RI.
“Harapannya seluruh perempuan yang telah mengikuti vaksinasi ini dapat terhindar dari infeksi HPV sehingga risiko terkena kanker serviks dapat ditekan melalui upaya pencegahan sejak dini,” pungkas Ary.
Ke depan, BBPOM di Banjarbaru menyatakan akan menyampaikan informasi pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat luas. Hal ini dilakukan agar semakin banyak perempuan di Kalimantan Selatan yang memperoleh akses perlindungan terhadap kanker serviks. Program vaksinasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas instansi mampu mendorong capaian kesehatan publik di daerah.