BANJARBARU — Dua pin emas Kapolri disematkan kepada Kapolres Kotabaru AKBP Ade Harri Sistriawan. Penghargaan ini merupakan apresiasi atas prestasinya memimpin penggempuran jaringan narkotika kelas kakap. Ade menerima penghargaan tersebut pada tahun 2025 dan 2026, menandai konsistensi kinerjanya dalam memberantas peredaran gelap narkoba di Kalimantan Selatan.
Prestasi paling monumental Ade adalah membongkar sindikat narkotika internasional yang dikendalikan Fredy Pratama. Dalam operasi yang dipimpinnya, polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 600 kilogram serta puluhan ribu pil ekstasi. Jumlah ini menjadikannya salah satu pengungkapan kasus narkoba terbesar di Indonesia.
Alumni Akpol 2006 ini tidak hanya tajam di operasi lapangan. Ade juga terus meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalnya. Ia menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di STIK-PTIK, mengikuti Office Course di Victoria University of Wellington, Selandia Baru pada 2019, serta menjadi perwakilan Polri dalam forum kerja sama polisi internasional di Taiwan pada 2023.
Sebelum menjabat Kapolres Kotabaru, Ade telah mengemban sejumlah posisi strategis di lingkungan Polda Kalimantan Selatan. Ia pernah menjabat Kanit 2 Subdit 4 Ditreskrimsus, Kasubdit 4 Ditreskrimsus, Kasubdit 4 Ditreskrimum, hingga Kasubdit 3 Ditresnarkoba.
“Alhamdulillah pin emas Kapolri saya terima pada tahun 2025 dan tahun 2026,” kata Ade usai dilantik Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan di Banjarbaru, Senin.
Dengan amanah barunya sebagai Kapolres Kotabaru, Ade berkomitmen melanjutkan pengabdian terbaik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia berusaha memberikan kinerja optimal sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah dan kepercayaan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah mempromosikannya.