BANJARMASIN — Olahraga tarung kontak penuh asal Prancis, Savate, mulai mengembangkan sayapnya di Kalimantan Selatan. Ketua Umum PSI Kalsel, Dr Johan Amin, mengungkapkan bahwa saat ini sudah enam daerah yang memiliki kepengurusan tetap.
Daerah-daerah tersebut meliputi Hulu Sungai Utara, Banjarbaru, Balangan, Hulu Sungai Tengah, dan Tanah Laut. Sementara itu, Kota Banjarbaru masih dalam tahap akhir melengkapi administrasi kepengurusan.
“Kami optimistis dalam waktu dekat semuanya selesai,” ujar Johan Amin, Sabtu (10/7/2026) lalu.
Savate adalah seni bela diri yang menggabungkan teknik tinju barat dengan variasi tendangan. Sekilas mirip kickboxing, namun ada satu keunikan utama yang membedakannya.
“Pertarungannya menggunakan tangan dan kaki seperti bela diri lainnya, tetapi atlet wajib memakai sepatu khusus. Aspek keselamatan menjadi salah satu perhatian utama dalam Savate,” jelas Bang Jo, panggilan akrab Johan Amin.
Praktisi olahraga ini disebut tireur. Mereka diwajibkan menggunakan sepatu khusus saat berlatih maupun bertanding, menjadikan keselamatan atlet sebagai prioritas utama.
PSI Kalsel tidak hanya fokus pada perluasan kepengurusan. Mereka juga mulai menyiapkan atlet untuk berlaga di Porprov XII yang akan digelar di Kabupaten Hulu Sungai Utara pada 2029.
“Sekarang kami fokus memperluas kepengurusan daerah sekaligus menyiapkan atlet menghadapi Porprov. Kami berharap olahraga Savate ini menjadi salah satu cabang olahraga bela diri yang berkembang di seluruh Kalsel,” ujar Johan Amin.
Dengan target pembentukan pengurus di seluruh kabupaten/kota, pembinaan atlet diharapkan dapat berjalan lebih merata. Langkah ini menjadi fondasi bagi Savate untuk tumbuh sebagai salah satu cabang bela diri unggulan di Kalimantan Selatan.