Semangat Gotong Royong di HST: TNI dan Warga Bangun Empat Jembatan Meski Hari Libur, Target Percepat Akses Warga

Penulis: Benny Surbakti  •  Senin, 13 Juli 2026 | 11:40:01 WIB
Personel TNI dan warga HST bergotong royong membangun empat jembatan strategis di hari libur.

BARABAI — Aktivitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) tak kenal libur. Personel TNI dari Kodim 1002/HST bahu-membahu dengan warga mengerjakan empat jembatan strategis yang tersebar di tiga kecamatan, tepat pada hari Minggu (12/7). Semangat gotong royong menjadi motor utama percepatan proyek tersebut.

Empat jembatan yang tengah dibangun itu berada di Desa Ayuang, Desa Bakapas, Desa Birayang Surapati, dan Desa Teluk Masjid. Di dua desa pertama, pengerjaan difokuskan pada pengecoran lantai jembatan Armco. Sementara di dua lokasi lainnya, personel dan warga menyelesaikan pengecoran jalan pendekat menuju Jembatan Garuda.

Pekerjaan Dikejar Agar Segera Dimanfaatkan Warga

Koordinator Lapangan Pembangunan Jembatan Kodim 1002/HST, Kapten Inf M Fadilah, menegaskan bahwa seluruh titik pengerjaan terus dimaksimalkan. Menurutnya, meskipun bertepatan dengan hari libur, antusiasme anggota TNI dan masyarakat justru tetap tinggi.

"Kami terus memaksimalkan pengerjaan di seluruh titik pembangunan. Meski hari libur, semangat anggota TNI dan masyarakat tetap tinggi agar pembangunan empat jembatan ini dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Kapten Inf M Fadilah.

Sinergi TNI dan Warga Jadi Kunci Percepatan

Kapten Inf M Fadilah menambahkan, kolaborasi erat antara TNI dan masyarakat menjadi faktor penting yang mempercepat proses konstruksi. Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan, seluruh tahapan pembangunan bisa rampung sesuai target.

"Melalui semangat gotong royong, pekerjaan diharapkan dapat berjalan lancar sehingga kehadiran jembatan tersebut mampu memperlancar mobilitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat," tutupnya.

Keberadaan empat jembatan ini dinilai krusial bagi warga di pedesaan HST. Selama ini, akses transportasi di beberapa titik masih terkendala, terutama saat musim hujan. Dengan rampungnya jembatan, distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga menuju pusat kecamatan diharapkan semakin lancar.

Reporter: Benny Surbakti
Sumber: metro7.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top