KALIMANTAN SELATAN — Pelatih Murat Yakin mengonfirmasi kabar buruk itu jelang duel melawan juara bertahan. Manzambi masih dalam masa pemulihan dan belum cukup bugar untuk diturunkan. Ini menjadi absen kedua beruntun setelah ia juga tidak masuk skuad saat Swiss mengalahkan Kolombia di babak 16 besar.
Sepanjang turnamen, Manzambi tampil sebagai motor serangan Swiss. Ia mencatatkan tiga gol dan dua assist, menjadikannya pemain termuda sejak 1966 yang mencapai lima keterlibatan gol di Piala Dunia pada usia 20 tahun 261 hari. Catatan itu membuatnya menjadi salah satu bintang muda paling bersinar di Qatar 2026.
"Sayangnya, cedera Johan sangat merugikan kami. Ini benar-benar mengejutkan. Dia sedang dalam momentum yang bagus," kata Yakin dalam konferensi pers, Kamis (10/12).
Yakin menambahkan bahwa kehilangan Manzambi bukan hanya soal angka. "Anda bisa melihat kegembiraan yang terpancar saat dia bermain dan juga bagaimana rekan-rekan setimnya merespons. Anda bisa melihat betapa baiknya semuanya berjalan selama turnamen ini. Sayangnya, dia tidak bisa bermain," imbuh pelatih asal Swiss tersebut.
Swiss kini menghadapi ujian jauh lebih berat tanpa Manzambi. Argentina datang dengan modal luar biasa setelah bangkit dari ketertinggalan 0-2 untuk mengalahkan Mesir 3-2 di babak 16 besar. Lionel Messi memimpin daftar top skor sementara dengan delapan gol. La Pulga bukan hanya tajam di depan gawang, tapi juga kreatif dalam membangun serangan.
Laga perempat final ini akan menjadi ujian mental dan taktik bagi Yakin. Tanpa pencetak gol terbanyaknya, Swiss harus mencari cara baru untuk membongkar pertahanan Argentina yang diperkuat para pemain berpengalaman.
Pertandingan Swiss vs Argentina dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini. Meski performa Nati sepanjang turnamen impresif, absennya Manzambi membuat peluang mereka menembus semifinal semakin tipis. Yakin diprediksi akan mengandalkan Breel Embolo atau Ruben Vargas sebagai pengganti di lini depan.