KALIMANTAN SELATAN — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data penjualan wholesales dan ritel untuk periode Juni 2026. Secara wholesales, distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 77.550 unit, sedangkan penjualan ritel ke konsumen tercatat 74.507 unit—naik tipis 3,9 persen dari capaian Mei. Secara kumulatif, total penjualan wholesales sejak Januari kini mencapai 436.564 unit dan ritel 433.848 unit.
Salah satu temuan paling menonjol di data Juni adalah ledakan penjualan mobil PHEV. Jika rata-rata bulanan sebelumnya hanya berkisar 500 unit, pada Juni angka tersebut melonjak menjadi 2.402 unit. Kenaikan juga terjadi di segmen mobil listrik murni (BEV) yang wholesales-nya tembus 12.653 unit, naik signifikan dari 9.290 unit di bulan sebelumnya. Lonjakan ini mengindikasikan respons pasar terhadap insentif kendaraan elektrifikasi atau kedatangan model baru di segmen tersebut.
Dominasi Toyota sebagai penguasa pasar roda empat belum tergoyahkan. Sepanjang Juni, Toyota mendistribusikan 22.809 unit secara wholesales dan 21.122 unit secara ritel. Daihatsu menguntit di posisi kedua dengan 14.125 unit wholesales, disusul Suzuki di tempat ketiga dengan 6.057 unit.
Kejutan justru terjadi di papan tengah. Honda, yang biasanya bertengger di tiga besar, tercatat hanya mendistribusikan 2.402 unit secara wholesales—terlempar ke peringkat sembilan. Posisi Honda di bawah Jaecoo yang mencatat 3.050 unit dan BYD dengan 5.264 unit. Di data ritel, Honda sedikit lebih baik di posisi ketujuh dengan 3.685 unit, namun tetap kalah dari BYD yang mencatat 3.757 unit ritel. Pencapaian BYD ini menegaskan bahwa merek asal China mulai menggerogoti pangsa pasar pabrikan Jepang yang sudah mapan.
Penurunan performa Honda di segmen wholesales patut dicermati. Data ini belum mencakup detail model mana yang mengalami penurunan permintaan, namun secara umum peta persaingan di pasar otomotif Indonesia mulai bergeser. Pabrikan Jepang masih mendominasi jumlah unit secara absolut, namun merek asal China seperti BYD, Jaecoo, dan Geely mulai menunjukkan daya saing yang tidak bisa diabaikan, terutama di segmen kendaraan elektrifikasi.