Harga Batu Bara Acuan Juli 2026 Naik di Semua Level, Kalori Tertinggi Tembus USD126,58

Penulis: Zulham Nasution  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 14:45:01 WIB
Menteri ESDM menandatangani Kepmen penetapan harga batu bara acuan Juli 2026.

KALIMANTAN SELATAN — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meneken Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 274.K/MB.01/MEM.B/2026 pada 30 Juni 2026. Aturan ini menjadi patokan harga batu bara untuk kontrak periode pertama bulan ini.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada batu bara kalori tinggi 6.322 kcal/kg GAR. Harganya ditetapkan sebesar USD126,58 per ton, naik dari USD123,91 per ton pada periode kedua Juni 2026. Artinya, dalam waktu dua pekan, harga batu bara premium ini bertambah nyaris USD3 per ton.

Daftar Lengkap HBA Periode Pertama Juli 2026

Kementerian ESDM membagi patokan harga ke dalam empat jenis berdasarkan nilai kalori. Berikut rinciannya:

  • HBA (6.322 kcal/kg GAR): USD126,58 per ton
  • HBA I (5.300 kcal/kg GAR): USD90,94 per ton
  • HBA II (4.100 kcal/kg GAR): USD62,59 per ton
  • HBA III (3.400 kcal/kg GAR): USD41,91 per ton

Batu bara dengan nilai kalori 5.300 GAR naik dari USD88,40 menjadi USD90,94 per ton. Sementara itu, batu bara kalori 4.100 GAR naik dari USD60,19 menjadi USD62,59 per ton. Kenaikan paling tipis terjadi pada batu bara kalori rendah 3.400 GAR, yang naik dari USD41,19 menjadi USD41,91 per ton.

Dasar Hukum dan Mekanisme Penetapan

Penetapan HBA ini merujuk pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 72 Tahun 2025. Aturan itu menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menentukan harga patokan untuk penjualan komoditas mineral logam dan batu bara.

Ada empat kategori yang diakui dalam regulasi tersebut: HBA untuk kalori 6.322 GAR, HBA I untuk 5.300 GAR, HBA II untuk 4.100 GAR, dan HBA III untuk 3.400 GAR. Pembagian ini memudahkan pelaku industri dan pembeli dalam menentukan harga sesuai kualitas batu bara.

Kenaikan HBA periode ini menjadi sinyal bahwa permintaan batu bara global masih solid. Bagi perusahaan tambang seperti PT Bukit Asam Tbk dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk, harga yang lebih tinggi berarti potensi pendapatan yang lebih besar. Di sisi lain, PLN dan industri pengguna batu bara dalam negeri harus siap dengan biaya bahan bakar yang lebih mahal.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top