BANJARMASIN — Kebakaran yang melanda kawasan sekitar tak menyurutkan langkah Yayasan Nurul Fajeri menjalankan tradisi tahunan di bulan Muharam. Santunan untuk 236 anak yatim tetap digelar dengan total dana mencapai Rp 107,95 juta.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi di tengah musibah tetap berjalan. Para pengurus yayasan memastikan seluruh dana santunan disalurkan langsung kepada penerima tanpa potongan.
Dana santunan yang terkumpul berasal dari donasi para dermawan dan masyarakat sekitar. Setiap anak yatim menerima santunan dalam bentuk uang tunai dan paket kebutuhan pokok.
Proses penyaluran dilakukan secara bertahap di halaman yayasan yang masih bisa digunakan. Petugas mendata ulang nama-nama penerima untuk memastikan tidak ada yang terlewat.
Tradisi santunan anak yatim setiap 10 Muharam sudah berlangsung puluhan tahun di Yayasan Nurul Fajeri. Tahun ini menjadi istimewa karena harus berhadapan dengan dampak kebakaran yang melanda permukiman warga di sekitar lokasi.
Pengurus yayasan menyebutkan bahwa kebakaran justru menjadi pengingat untuk lebih memperkuat solidaritas. “Kami tidak ingin tradisi ini terhenti hanya karena musibah. Justru di saat seperti ini, anak-anak yatim butuh perhatian lebih,” kata salah satu pengurus yayasan.
Kegiatan santunan berlangsung khidmat dengan protokol keamanan ketat. Sejumlah relawan ikut membantu mengatur jalannya acara agar tetap tertib.
Yayasan Nurul Fajeri berencana melanjutkan program bantuan bagi warga terdampak kebakaran di luar agenda santunan. Dana tambahan masih terus dikumpulkan dari para donatur.