TANAH BUMBU — TPS3R di Desa Al-Kautsar, Kecamatan Satui, ludes dilalap api. Dua unit mesin utama, yakni mesin press dan monitor timbangan, tidak bisa dioperasikan lagi usai kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu.
Kerugian material akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp60 juta. Belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun aktivitas pengolahan sampah di lokasi terpaksa dihentikan sementara.
Api diduga berasal dari salah satu bagian instalasi listrik di area pengolahan. Petugas pemadam kebakaran setempat turun ke lokasi dan berhasil menjinakkan si jago merah setelah berjibaku selama beberapa jam.
Dari hasil pemeriksaan awal, dua aset vital TPS3R mengalami kerusakan paling parah. Mesin press yang biasa digunakan untuk memadatkan sampah plastik dan kertas hangus terbakar, sementara monitor timbangan digital untuk mencatat volume sampah masuk juga tak bisa diselamatkan.
Pihak pengelola TPS3R belum bisa memastikan kapan operasional akan kembali normal. "Kami masih menghitung total kerusakan dan mencari solusi agar mesin bisa segera beroperasi lagi," ujar salah satu petugas di lokasi.
TPS3R di Desa Al-Kautsar selama ini menjadi salah satu unit pengolahan sampah andalan di Kecamatan Satui. Dengan rusaknya mesin press, pasokan sampah dari warga yang biasanya diolah menjadi barang bernilai ekonomi terpaksa ditahan.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kebakaran. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di area mesin.
Pemerintah desa setempat berjanji akan membantu proses pemulihan TPS3R agar bisa beroperasi kembali secepatnya. Warga sekitar berharap pengolahan sampah segera normal agar lingkungan tetap bersih dan tidak terjadi penumpukan sampah.