Satelit Perdana Jaringan Broadband Rusia Rassvet Jatuh ke Atmosfer, 15 Unit Lain Masih Bertahan di Orbit

Penulis: Arif Budiman  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 00:18:01 WIB
Satelit Rassvet Object 4 gagal menaikkan orbit dan jatuh ke atmosfer setelah peluncuran Maret 2024.

Menurut data pelacakan orbit yang dihimpun jurnalis antariksa Anatoly Zak di RussianSpaceWeb, Object 4 (NORAD ID 68363) adalah satu-satunya unit dalam kumpulan satelit Rassvet-3 yang tak bisa menjalankan orbit-raising maneuver. Satelit seberat 370 kilogram itu diluncurkan pada 23 Maret lalu dari Plesetsk Cosmodrome dan langsung ditempatkan di orbit rendah Bumi pada ketinggian 288 km x 324 km.

Selama dua pekan pertama, tak satu pun dari 16 satelit itu menunjukkan aktivitas propulsi. Kekhawatiran muncul bahwa seluruh batch bermasalah. Namun, pada 6 April, Object 16 (NORAD ID 68375) menjadi yang pertama berhasil menanjak, disusul oleh satelit lain dalam beberapa hari berikutnya. Object 4 tetap diam, kehilangan ketinggian secara alami hingga re-entry tak terhindarkan.

Penyebab kegagalan ini belum dikonfirmasi. Tapi, baik sistem propulsi yang mati total maupun hilangnya kendali darat sama-sama menghasilkan akhir yang sama: satelit mati di orbit rendah.

Pada ketinggian sekitar 300 km, atmosfer residual masih cukup tebal untuk memperlambat satelit. Tanpa tenaga, satelit hanya punya waktu hidup beberapa pekan sebelum gravitasi menariknya masuk dan terbakar. SpaceX sendiri sengaja menyebarkan satelit Starlink di orbit rendah sebelum menaikkannya satu per satu. Strategi ini memastikan satelit yang gagal sejak awal akan segera deorbit, bukan menjadi sampah antariksa permanen.

Bulan lalu, Starlink menarik lebih dari 4.000 satelitnya ke orbit sekitar 300 mil setelah nyaris bertabrakan dengan wahana China. Satelit Starlink yang mati secara rutin re-entry dalam hitungan pekan setelah anomali. Object 4 mengikuti jalur pembuangan yang persis sama: satelit yang tak bisa naik, pasti jatuh.

Bureau 1440 Kejar Target 250 Satelit pada 2027, Tapi Baru 15 Unit Aktif

Bureau 1440, perusahaan Moskow yang membangun Rassvet, masih jauh dari target ambisiusnya. Dengan dukungan dana negara sekitar 1,26 miliar dolar AS (sekitar Rp 20,2 triliun), perusahaan ini menargetkan 250 satelit pada 2027 dan sekitar 900 satelit pada 2035. Namun, dengan hanya 15 unit yang masih berfungsi dari gelombang pertama, jalan masih panjang.

Peluncuran Maret lalu terbilang tidak biasa. Baik Roscosmos maupun Kementerian Pertahanan Rusia tidak mengumumkannya. Zak melaporkan bahwa serangan drone Ukraina ke Plesetsk pada sekitar waktu peluncuran kemungkinan membuat pemerintah Rusia enggan mempublikasikan misi tersebut. Bureau 1440 baru mengonfirmasi misi itu keesokan paginya melalui video yang menunjukkan satelit berpisah dari roket tahap atas.

Beredar rumor tentang rencana peluncuran kedua Rassvet yang dijadwalkan sekitar 18 Juni. Jika benar, ini akan menjadi ujian apakah Bureau 1440 bisa memperbaiki masalah propulsi yang menimpa Object 4 atau kembali menghadapi kegagalan serupa.

Reporter: Arif Budiman
Sumber: tomshardware.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top