BPBD Balangan Susun Buku dan Film Dokumenter Banjir Bandang Tebing Tinggi, Data Kerusakan dan Testimoni Penyintas Dikumpulkan

Penulis: Zulham Nasution  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:37:31 WIB
Tim BPBD Balangan mendokumentasikan dampak banjir bandang Tebing Tinggi melalui buku dan film.

PARINGIN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan tidak hanya mencatat angka kerusakan, tetapi juga merekam suara para korban selamat. Dua produk utama yang dihasilkan adalah sebuah buku cetak dan sebuah film dokumenter yang secara spesifik mengupas peristiwa banjir bandang di Kecamatan Tebing Tinggi.

Buku tersebut menyajikan data lengkap mengenai kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana, mulai dari rumah warga, fasilitas umum, hingga lahan pertanian yang terendam. Sementara itu, film dokumenter menyuguhkan kisah lebih personal melalui wawancara mendalam dengan para penyintas yang mengalami langsung terjangan air bah.

Mengapa Dokumentasi Ini Penting bagi Warga Tebing Tinggi?

BPBD Balangan menilai bahwa dokumentasi semacam ini bukan sekadar arsip. “Kami ingin ada catatan utuh yang bisa diakses kapan saja, tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh warga dan generasi mendatang,” ujar Kepala BPBD Balangan. Menurutnya, buku dan film ini bisa menjadi alat edukasi kebencanaan yang efektif, terutama untuk masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir.

Kerja sama dengan pihak Kecamatan Tebing Tinggi memastikan data yang dikumpulkan akurat dan menyentuh langsung kebutuhan warga. Tim BPBD turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi setiap titik kerusakan dan mewawancarai puluhan kepala keluarga yang menjadi korban.

Isi Buku: Dari Data Kerusakan Hingga Peta Bencana

Dalam buku tersebut, pembaca bisa menemukan peta sebaran wilayah terdampak, jumlah rumah rusak berat dan ringan, serta estimasi kerugian materiil. Data ini disusun secara kronologis, mulai dari awal terjadinya hujan deras hingga surutnya banjir bandang yang memutus akses jalan di beberapa desa.

Selain data teknis, buku ini juga memuat catatan tentang respons cepat yang dilakukan oleh tim SAR gabungan dan relawan. Hal ini menjadi referensi bagi BPBD dalam menyusun prosedur evakuasi yang lebih baik di masa depan.

Film Dokumenter: Suara dari Para Penyintas

Sisi emosional dari tragedi ini lebih terasa dalam film dokumenter. Para penyintas menceritakan detik-detik kepanikan saat air tiba-tiba naik hingga setinggi atap rumah. Ada kisah tentang seorang ibu yang menyelamatkan anaknya dengan berenang di arus deras, serta cerita warga yang kehilangan seluruh harta benda dalam semalam.

BPBD berharap film ini bisa diputar di sekolah-sekolah dan kantor desa sebagai pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan. “Kami tidak ingin tragedi ini hanya menjadi kenangan. Kami ingin ia menjadi pelajaran,” tambah Kepala BPBD.

Langkah Selanjutnya: Distribusi ke Masyarakat

Setelah proses penyusunan selesai, BPBD Balangan akan mendistribusikan buku dan film dokumenter ini ke perpustakaan desa, sekolah, dan kantor kecamatan di seluruh Kabupaten Balangan. Pemerintah kecamatan juga akan diikutsertakan dalam sesi pemutaran film dan diskusi kebencanaan yang direncanakan dalam beberapa pekan ke depan.

Dengan adanya dokumentasi ini, BPBD berharap masyarakat tidak hanya tahu cara menyelamatkan diri, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan, terutama daerah aliran sungai yang menjadi salah satu pemicu banjir bandang di Tebing Tinggi.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top