AMUNTAI — Bukan hanya memburu pelaku kejahatan, personel Polres Hulu Sungai Utara (HSU) juga turun langsung ke Sungai Negara untuk memulung sampah. Mereka bergotong royong bersama unsur Forkopimda membersihkan tumpukan kayu dan plastik yang menyumbat aliran sungai di kawasan Tugu Siring Itik, Kota Amuntai, beberapa hari lalu.
Kapolres HSU melalui keterangannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap lingkungan sekitar. Tumpukan sampah, terutama kayu dan plastik, dinilai bisa memicu pendangkalan sungai dan berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan tiba.
"Ini adalah tugas kami juga. Selain menjaga keamanan, kami peduli dengan kebersihan lingkungan. Kami ingin masyarakat melihat bahwa polisi hadir di tengah mereka dalam berbagai situasi," ujar perwakilan Polres HSU di lokasi.
Sungai Negara merupakan urat nadi transportasi dan sumber kehidupan bagi warga Amuntai. Tumpukan sampah kayu dan plastik tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menghambat arus air. Jika dibiarkan, sedimentasi akan mempercepat pendangkalan sungai dan meningkatkan risiko banjir kiriman saat debit air naik.
Warga sekitar menyambut positif aksi ini. Mereka berharap kegiatan serupa rutin dilakukan, tidak hanya oleh aparat, tetapi juga oleh masyarakat sendiri. "Kami lihat polisi langsung ambil sampah. Ini contoh bagus buat kami semua," ujar seorang warga yang melintas di lokasi.
Polres HSU berencana menjadikan kegiatan bersih sungai sebagai agenda rutin, terutama di titik-titik rawan penyumbatan. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat untuk menyediakan tempat pembuangan sementara (TPS) di sekitar bantaran sungai agar sampah tidak lagi dibuang sembarangan.
Upaya ini sekaligus menjadi edukasi bagi warga agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. "Kami akan terus sosialisasi. Sungai bersih, banjir terhindar, dan warga pun nyaman," pungkas Kapolres HSU.