KALIMANTAN SELATAN — Keputusan Liverpool menunjuk Iraola bukan tanpa pertimbangan. Klub bergerak cepat setelah mengidentifikasi mantan pelatih Bournemouth itu sebagai kandidat ideal untuk mengimplementasikan gaya bermain agresif dan menekan yang diinginkan. Direktur olahraga Richard Hughes, yang sebelumnya merekrut Iraola di Bournemouth pada 2023, memimpin langsung proses pendekatan ini.
Liverpool disebut hanya melakukan pembicaraan dengan Iraola, meskipun sempat mempertimbangkan Sebastian Hoeness (Stuttgart) dan Pierre Sage (Lens). Klub-klub seperti AC Milan, Bayer Leverkusen, dan Crystal Palace juga dikabarkan mengincar jasa pelatih asal Basque tersebut. Namun, Iraola sejak awal hanya menginginkan Liverpool.
“Saya pikir Liverpool memberi saya kesempatan untuk melatih pemain top, dan pemain top memberi Anda kesempatan untuk memperebutkan gelar,” ujar Iraola kepada saluran resmi klub. “Saya mengerti dari mana saya datang dan apa yang diharapkan. Saya siap untuk tantangan ini.”
Iraola datang dengan reputasi sebagai pelatih yang mampu meningkatkan performa pemain secara individu dan kolektif. Di Bournemouth, ia berhasil mengubah tim menjadi skuad yang agresif dan menekan tinggi meski dengan sumber daya terbatas. Gaya ini diyakini cocok dengan evaluasi Michael Edwards, CEO sepak bola Liverpool, yang menganggap perubahan diperlukan setelah kegagalan Slot mempertahankan gelar.
“Bagi saya, sepak bola adalah tentang emosi, tentang gairah. Saya mungkin berkepala dingin dan rasional, tapi saat pertandingan dimulai, ada sesuatu di dalam diri yang keluar,” tambah Iraola. “Tidak ada tempat yang lebih baik dari Anfield untuk merasakan energi itu.”
Iraola berencana membawa serta asistennya di Bournemouth, Tommy Elphick dan Shaun Cooper, analis Tom Webber, serta pelatih kebugaran Pablo de la Torre ke Anfield. Meski demikian, Liverpool belum merampungkan komposisi staf pelatih baru karena Elphick dan Cooper masih terikat kontrak dengan Bournemouth.
Kontrak dua tahun Iraola tergolong pendek jika dibandingkan standar Liverpool sebelumnya. Namun, keputusan ini dinilai selaras dengan kebiasaan Iraola dalam mengelola kariernya, baik saat di Bournemouth maupun Rayo Vallecano. Liverpool sendiri menganggapnya sebagai salah satu pelatih terbaik yang tersedia di pasar.