KOTABARU — Bupati Kotabaru H Muhammad Rusli meresmikan ruang kemoterapi di RSUD Pangeran Jaya Sumitra, Senin lalu. Layanan ini menjadi yang pertama di Kabupaten Kotabaru dan sekitarnya.
Sebelumnya, pasien kanker dari Kotabaru harus menempuh perjalanan darat dan laut selama 8–10 jam menuju Banjarmasin untuk menjalani kemoterapi. Biaya transportasi dan akomodasi menjadi beban tambahan bagi keluarga pasien.
Ruang kemoterapi di RSUD Pangeran Jaya Sumitra dilengkapi dengan tiga tempat tidur perawatan dan sistem infus khusus. Peresmian dilakukan langsung oleh bupati didampingi jajaran direksi rumah sakit dan Dinas Kesehatan Kotabaru.
H Muhammad Rusli menyebut layanan ini merupakan prioritas Pemkab Kotabaru di bidang kesehatan. “Kami ingin masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk mendapatkan pengobatan kanker. Ini komitmen kami untuk meningkatkan akses layanan kesehatan,” ujarnya dalam sambutan.
Data Dinas Kesehatan Kotabaru mencatat sedikitnya 120 pasien kanker aktif yang menjalani pengobatan rutin setiap tahun. Dari jumlah itu, lebih dari separuhnya membutuhkan kemoterapi berkala setiap 2–3 minggu.
Dengan adanya layanan di RSUD Pangeran Jaya Sumitra, pasien dapat menjalani kemoterapi tanpa meninggalkan kampung halaman. Rumah sakit juga menyediakan dokter spesialis onkologi yang bertugas secara bergilir dari Banjarmasin.
Mardiana (52), warga Desa Teluk Gosong, mengaku bersyukur dengan layanan ini. Ia sudah dua tahun bolak-balik ke Banjarmasin untuk kemoterapi suaminya. “Sekali berangkat habis Rp 500 ribu untuk ongkos dan makan. Sekarang cukup ke RSUD, dekat dari rumah,” katanya.
Pemkab Kotabaru berencana menambah jumlah tempat tidur dan tenaga medis onkologi pada tahun depan. RSUD Pangeran Jaya Sumitra juga tengah mengajukan kerja sama dengan RS Onkologi Surabaya untuk pelatihan perawat kemoterapi.