BANJARMASIN — Harga eceran Bio Solar bersubsidi di Banjarmasin melonjak jauh di atas harga resmi SPBU yang masih bertahan Rp6.800 per liter. Kondisi ini memukul para pengusaha penggilingan padi yang menggantungkan operasional harian mereka pada pasokan solar dari pengecer.
Seorang pengusaha penggilingan padi di kawasan Kelurahan Kuripan, Banjarmasin Timur, mengaku terpaksa membeli Bio Solar eceran dengan harga hingga Rp9.500 per liter. Padahal, harga resmi di SPBU hanya Rp6.800 per liter.
"Selisihnya hampir Rp3.000 per liter. Kalau sehari butuh 50 liter, biaya tambahannya Rp150.000. Dalam sebulan bisa Rp4,5 juta lebih," katanya kepada redaksi, Jumat (21/6).
Kelangkaan solar bersubsidi di tingkat pengecer memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Banjarmasin. Para sopir truk dan pengusaha UMKM terpaksa mengantre berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar dengan harga resmi.
Seorang sopir angkutan barang di Banjarmasin mengatakan, ia harus datang ke SPBU sejak pukul 04.00 Wita untuk bisa mendapatkan solar. "Kalau telat, habis. Terpaksa beli di pengecer dengan harga mahal," ujarnya.
Kenaikan biaya operasional penggilingan padi berpotensi mendorong kenaikan harga beras di pasar tradisional. Sebab, biaya tambahan tersebut kemungkinan akan dibebankan ke konsumen.
Seorang pedagang beras di Pasar Sudimampir, Banjarmasin, mengaku belum menaikkan harga jual. Namun, ia khawatir jika kondisi ini berlangsung lama, pasokan beras akan berkurang. "Kami masih jual harga lama, tapi kalau terus begini, pasti naik," katanya.
Para pengusaha penggilingan padi berharap Pemerintah Kota Banjarmasin segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan solar bersubsidi. Mereka meminta agar distribusi bahan bakar diperketat dan harga eceran dikembalikan ke batas wajar.
"Kami minta ada operasi pasar atau penindakan terhadap pengecer yang menjual di atas harga eceran tertinggi," kata seorang pengusaha penggilingan padi lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin terkait kelangkaan solar bersubsidi ini. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi langkah yang akan diambil pemkot.