BANJARBARU — Keberangkatan seluruh kloter calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Banjarmasin resmi rampung pada Rabu (20/5/2026) malam. Total 19 kelompok terbang telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Namun, dari rencana awal, masih ada puluhan jemaah yang tertinggal.
Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Jemaah Haji PPIH Embarkasi Banjarmasin, Rasyid Luthfiana, mengungkapkan bahwa 30 CJH tidak bisa berangkat tahun ini. Rinciannya, 27 orang berasal dari Kalsel dan tiga orang dari Kalteng.
"Jadi di Embarkasi Banjarmasin memang tidak sesuai dengan rencana awal, karena ada yang meninggal dan yang batal," ujar Rasyid saat diwawancarai.
Menurut Rasyid, mayoritas jemaah yang batal berangkat karena meninggal dunia sebelum jadwal pemberangkatan. Selain itu, ada juga yang menderita sakit permanen, demensia, hingga baru saja menjalani cuci darah rutin.
"Ada yang sakit permanen, demensia, ada yang kemarin itu cuci darah, ginjal seperti itu yang tidak bisa istitaah (mampu) lagi," tuturnya.
Kondisi ini membuat mereka tidak lagi memenuhi syarat istitaah, yakni kemampuan fisik dan finansial untuk menjalankan ibadah haji.
Secara total, dari 5.198 CJH yang dijadwalkan asal Kalimantan Selatan, sebanyak 5.171 orang telah berangkat. Sementara untuk Kalimantan Tengah, dari rencana 1.560 orang, hanya 1.557 yang terbang ke Tanah Suci.
Selisih angka ini persis dengan jumlah 30 jemaah yang dinyatakan batal. PPIH memastikan seluruh proses administrasi dan penggantian kursi sudah tidak memungkinkan karena jadwal penerbangan telah berakhir.
Rasyid memastikan seluruh CJH Embarkasi Banjarmasin yang sudah berada di Mekkah dalam kondisi sehat. Mereka terkumpul di satu hotel di kawasan Al-Hidayah yang terdiri dari sepuluh tower.
PPIH yang bertugas di Arab Saudi terus mengedukasi jemaah untuk beribadah di kamar hotel masing-masing saat cuaca panas terik. Hingga kini, belum ada laporan jemaah Embarkasi Banjarmasin yang dirawat di rumah sakit.
Namun, satu orang CJH asal Kalimantan Tengah dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi. "Prosesnya sekarang semuanya di Mekkah, persiapan untuk Armusna," pungkas Rasyid.