Gubernur Kalsel Targetkan Pariwisata Berkelanjutan dan Digitalisasi UMKM Usai Rakornas 2026

Penulis: Zulham Nasution  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 13:02:19 WIB
Gubernur Kalsel H. Muhidin memberikan arahan strategis dalam Rakornas Pariwisata 2026 di Banjarbaru.

BANJARBARU — Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menitipkan sejumlah arahan strategis dalam Rakornas Pariwisata 2026 yang digelar Kementerian Pariwisata, Rabu (20/5). Ia menekankan pentingnya sinergi kebijakan pusat dan daerah agar daya saing pariwisata Kalsel terus naik.

“Melalui Rakornas ini, kami berharap sektor pariwisata di Kalimantan Selatan dapat semakin berkembang, baik dari sisi destinasi, pelayanan, maupun kualitas sumber daya manusia,” ujar Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Dinansyah, saat menyampaikan sambutan Gubernur di Command Center Setda Provinsi Kalsel.

Kontribusi Pariwisata ke PDB Nasional Capai 10 Persen dengan Efek Berganda

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Prof. Mari Elka Pangestu, yang menjadi narasumber dalam forum tersebut, membeberkan data terbaru. Kontribusi langsung sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional saat ini berkisar 4 hingga 4,8 persen.

“Jika memperhitungkan efek berganda (multiplier effect), kontribusinya dapat mencapai 9 hingga 10 persen,” jelas Prof. Mari dalam pemaparannya.

Ia menambahkan, investasi di sektor pariwisata pada 2025 tercatat meningkat sekitar 56 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun, ia mengingatkan bahwa fokus pembangunan tidak boleh hanya pada jumlah kunjungan, melainkan juga pada kualitas pengeluaran wisatawan dan keberlanjutan destinasi.

Peringkat Daya Saing Global dan Peluang dari Konflik Timur Tengah

Di tingkat ASEAN, Indonesia masih bertengger di peringkat kedua daya saing pariwisata. Namun secara global, posisi Indonesia berada di urutan ke-22 dari 119 negara. Menurut Prof. Mari, kekuatan utama Indonesia terletak pada kekayaan sumber daya alam dan budaya yang harus dikelola dengan prinsip pariwisata berkelanjutan.

“Pariwisata harus tumbuh tanpa merusak lingkungan, tetap menjaga budaya, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi dan inklusivitas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti situasi geopolitik global dan konflik di Timur Tengah yang membuka peluang bagi Indonesia menjadi alternatif destinasi maupun jalur transit wisatawan Asia.

Digitalisasi UMKM dan Akses Pembayaran Alipay Jadi Perhatian

Dalam Rakornas, penguatan literasi digital bagi UMKM menjadi salah satu poin krusial. Prof. Mari mengapresiasi perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia yang dinilai semakin inklusif, termasuk dibukanya akses pembayaran bagi wisatawan asal China melalui Alipay.

“Destinasi wisata perlu dirancang dengan segmentasi yang jelas agar pengembangannya lebih tepat sasaran dan memberikan nilai tambah yang optimal,” tutupnya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kalsel, Gusti Muhammad Yosalvina Yovani, turut mendampingi delegasi Kalsel dalam forum yang diawali dengan penampilan Tari Nusantara oleh Papua Allstar tersebut.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: riliskalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top