KALIMANTAN SELATAN — Trans Semarang resmi mengoperasikan 27 bus listrik buatan VKTR Teknologi Mobilitas untuk melayani Koridor 1 rute Terminal Mangkang-Terminal Penggaron. Armada low deck 12 meter ini berkapasitas 60 penumpang dan dioperasikan bertahap mulai September hingga akhir 2026. Peluncuran dilakukan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti pada Rabu (23/9).
Perakitan kendaraan dikerjakan VKTR, sementara bodi bus digarap karoseri Laksana. Sebelum resmi melayani penumpang, kedua perusahaan menjalani uji coba teknis pada Februari-Maret 2026 di koridor yang sama.
Bus listrik ini dirancang dengan pintu rendah agar mudah diakses anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Selain tidak menghasilkan emisi gas buang langsung, tingkat kebisingan operasionalnya lebih rendah dibanding kendaraan bermesin pembakaran internal.
Spesifikasi Low Deck 12 Meter untuk Koridor 1
Armada yang dipakai berjenis low deck dengan panjang 12 meter. Kapasitas angkutnya mencapai 60 penumpang dalam sekali perjalanan.
Koridor 1 menghubungkan wilayah barat dan timur Kota Semarang, dari Terminal Mangkang hingga Terminal Penggaron. Jalur ini termasuk yang paling padat, sehingga pengoperasian bus listrik di sini menjadi uji nyata bagi VKTR dan Laksana.
Jawaban atas Kebutuhan Transportasi Inklusif
Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, menyebut pengoperasian bus listrik di Semarang sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung elektrifikasi kendaraan komersial.
"Bus listrik ini bukan sekadar mengganti kendaraan konvensional, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi yang lebih nyaman, bersih, dan inklusif," ujar Ardi dalam keterangannya.
Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menambahkan kolaborasi dengan VKTR memadukan kemampuan manufaktur dan pengalaman karoseri. Menurutnya, armada yang dihasilkan nyaman, aksesibel, dan siap mendukung mobilitas masyarakat.
Dorongan bagi Industri Kendaraan Listrik Jawa Tengah
Kolaborasi VKTR dan Laksana menyatukan perakitan kendaraan dengan pengerjaan bodi bus di Jawa Tengah. Ardi menilai proyek ini melibatkan manufaktur, karoseri, rantai pasok, tenaga kerja, dan kompetensi industri daerah.
"27 bus listrik ini menunjukkan bahwa industri Jawa Tengah mampu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat di daerahnya sendiri," tambah Ardi.
VKTR sebelumnya mengoperasikan lebih dari 150 bus listrik di berbagai layanan transportasi lokal. Perusahaan menilai semakin luas penggunaan bus listrik, semakin penting kesiapan manufaktur, rantai pasok, sumber daya manusia, layanan purnajual, dan dukungan teknis.
Tanggapan Wali Kota Semarang
Agustina menyebut kehadiran bus listrik sebagai langkah Semarang menghadirkan transportasi publik yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
"Bus listrik Trans Semarang menjadi langkah nyata untuk menghadirkan mobilitas yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan," kata Agustina.
Pengoperasian 27 unit bus listrik ini berlangsung bertahap hingga akhir tahun. Warga Semarang bisa mulai mencoba layanan ini di Koridor 1 Trans Semarang.