Pencarian

Basarnas Kerahkan Penyelam BSG Masuk Badan Kapal Virgo Transport 8, Kompartemen Bawah Disebut Paling Berisiko

Selasa, 22 September 2026 • 11:02:31 WIB
Basarnas Kerahkan Penyelam BSG Masuk Badan Kapal Virgo Transport 8, Kompartemen Bawah Disebut Paling Berisiko
Penyelam Basarnas bersiap masuk ke badan Kapal Virgo Transport 8 saat arus bawah laut mereda.

BANJARMASIN — Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan penyelam harus bergerak cepat begitu arus bawah laut mereda. Jendela waktu itu pendek dan tidak bisa ditunda.

Putu menyampaikan hal tersebut sebagai SAR Mission Coordinator di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (21/9/2026) malam. Menurutnya, gelombang yang mengecil menjadi penanda utama bagi tim penyelam untuk turun ke badan kapal.

"Saat arus bawah laut teduh, gelombang mulai kecil, waktu itulah yang dimanfaatkan oleh tim penyelam untuk segera melaksanakan penyelaman, dan itu waktunya tidak berlangsung lama," kata Putu.

Ambang Batas Arus 2,5 Knot Jadi Patokan Penyelaman

Tim menetapkan kecepatan arus di bawah 2,5 knot sebagai syarat utama sebelum penyelam masuk ke badan kapal. Di bawah ambang itu, penyelam punya ruang cukup untuk mencari dan mengevakuasi korban di dalam ruang-ruang kapal yang tersekat.

Hasilnya, lima jasad berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam pada operasi SAR hari kesembilan. Putu menyebut capaian itu lahir dari perhitungan waktu yang ketat.

"Dengan berkejaran dengan waktu, tetapi kita bisa memaksimalkan waktu yang ada sehingga beberapa korban kita berhasil evakuasi," ujarnya.

Kompartemen Bawah Kapal: Ruang Paling Sulit dan Berisiko

Bagian bawah kapal menjadi area yang paling sulit dijangkau penyelam. Tim harus menghitung kestabilan kapal sebelum masuk ke kompartemen tersebut.

Perubahan posisi kapal bisa membahayakan penyelam yang sedang berada di dalam ruang kapal. Risiko itu tidak bisa dihilangkan sepenuhnya selama pencarian berlangsung.

"Paling sulit dan paling berbahaya dijangkau adalah kompartemen yang bagian bawah. Di sanalah yang paling sulit dan berisiko, karena begitu kita masuk ke bagian bawah kapal, kita tidak tahu kestabilan kapal saat ini," kata Putu.

Pecahan Kaca dan Dorongan Air Ancam Keselamatan Penyelam

Selain kestabilan kapal, teknik memecahkan kaca di badan kapal jadi perhatian tersendiri. Pecahan kaca dapat memicu dorongan kuat yang berbahaya bagi penyelam yang berada tepat di depannya.

"Begitu kaca pecah, ini akan ada dorongan yang luar biasa. Ini akan membahayakan untuk penyelam sendiri," ujarnya.

Penyelam juga bekerja di kedalaman dan masuk ke ruang-ruang kapal yang tersekat. Putu menegaskan setiap kesempatan penyelaman harus dimanfaatkan maksimal, tetapi keselamatan personel di bawah laut tetap jadi pertimbangan utama.

123 Korban Ditemukan, 120 Masih Dicari

Hingga Senin (21/9/2026) pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 123 korban telah ditemukan dari 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8. Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat dan 15 orang meninggal dunia.

Sebanyak 120 korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan. Operasi penyelaman diperkirakan berlanjut dengan memanfaatkan jeda arus bawah laut yang sulit diprediksi.

Follow kalselonline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kanalkalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks