RANTAU — Wakil Bupati Tapin H. Juanda memastikan percepatan tanam di lahan program strategis Kementerian Pertanian menjadi prioritas utama daerah. Hal itu disampaikannya di sela-sela pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak 50.000 Hektare yang berlangsung di Desa Harapan Masa, Kecamatan Tapin Selatan, Jumat (31/7/2026).
Tapin dipercaya menjadi wakil Provinsi Kalimantan Selatan dalam agenda nasional tersebut. Menurut Juanda, posisi ini merupakan bentuk pengakuan atas keseriusan daerah dalam mendukung program swasembada pangan.
“Alhamdulillah hari ini Kabupaten Tapin dipercaya mewakili Kalimantan Selatan mengikuti Gerakan Tanam Serentak di lokasi optimasi lahan di Desa Harapan Masa. Ini menjadi bentuk kepercayaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.
Realisasi Tanam di Lahan Oplah dan CSR Masih Terus Dikejar
Data yang dihimpun hingga 30 Juli 2026 menunjukkan luas tambah tanam di lokasi Oplah 2025 baru mencapai 146 hektare. Sementara itu, di kawasan Cetak Sawah Rakyat (CSR), realisasi tanam telah menyentuh sekitar 700 hektare.
Angka tersebut masih jauh dari total kontrak pekerjaan yang diamanahkan ke Tapin. Pemerintah Kabupaten Tapin mencatat telah menerima alokasi Optimasi Lahan seluas 1.250 hektare pada 2024 dan tambahan 225 hektare pada 2025.
Untuk program Cetak Sawah Rakyat, total kontrak yang diteken mencapai 9.522 hektare. Hingga saat ini, progres pekerjaan fisik baru terealisasi 3.935,36 hektare.
Bantuan Alsintan dan Benih Jadi Kunci Percepatan
Juanda menjelaskan, benih padi untuk lokasi Oplah maupun CSR sudah mulai disalurkan secara bertahap kepada petani. Pemerintah daerah pun menginstruksikan Brigade Pangan untuk bergerak cepat memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah tersedia.
“Kami akan terus mendorong percepatan tanam agar target peningkatan produksi padi dapat tercapai sekaligus mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani menjadi kunci utama. Juanda optimistis kolaborasi tersebut mampu mendongkrak luas tanam sekaligus produksi padi di Kabupaten Tapin.
Di akhir kegiatan, Juanda kembali menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian yang mengalir ke Bumi Ruhui Rahayu. Beberapa program yang disebutnya meliputi Optimasi Lahan, Cetak Sawah Rakyat, bantuan benih, sarana produksi, hingga alsintan.
“Semoga seluruh bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Tapin dan Kalimantan Selatan,” pungkasnya.