BANJARMASIN — Kewajiban menyiapkan bekal menghadapi kematian menjadi pesan utama khutbah Jumat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Khatib H Mohammad Mobarak menekankan bahwa bertambahnya usia seseorang berarti semakin dekat dengan ajal, sebuah kepastian yang tidak bisa ditunda maupun diketahui seorang pun.
"Kematian itu pasti, sebagaimana Firman Allah dalam Al Qur'an Surah Al Ankabut (laba-laba) ayat (57)," kutip Mobarak di hadapan jamaah masjid kebanggaan "urang Banjar" tersebut, Jumat (21/2).
Bekal Utama: Iman dan Amal Saleh
Mobarak yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Kemasjidan, Hisab, Rukyat dan Bina Syari'ah Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel mengajak kaum Muslim untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian. Persiapan yang dimaksud bukan sekadar urusan duniawi, melainkan fondasi keimanan dan konsistensi dalam berbuat kebaikan.
"Sebagaimana isi Surah Al Jatsiyah ayat (30) menegaskan, bahwa orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan dimasukkan ke dalam rahmat Allah (surga)," ujarnya dalam khutbah pertama yang berdurasi sekitar tiga menit itu.
Manusia dalam Kerugian Tanpa Iman dan Kesabaran
Dalam kesempatan itu, khatib juga melantunkan Surah Al Ashr yang kerap dijadikan pengingat tentang hakikat kehidupan. Surat pendek tersebut menegaskan bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Pesan ini relevan dengan kondisi masyarakat modern yang kerap tenggelam dalam kesibukan duniawi. Mobarak mengingatkan bahwa aktivitas harian yang tidak dilandasi keimanan hanya akan menjadi sia-sia di akhirat kelak.
Jamaah dan Pejabat Hadiri Khutbah Jumat
Pada pelaksanaan Shalat Jumat kali ini, jamaah tampak memenuhi shaf-shaf masjid hingga lantai dasar. Di shaf terdepan, terlihat Kepala Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan, HM Tambrin, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, turut hadir mendengarkan khutbah.
Kehadiran pimpinan Kemenag dalam salat Jumat ini menunjukkan sinergi antara pengelola masjid dan pemerintah daerah dalam membina umat. Masjid Raya Sabilal Muhtadin sendiri merupakan salah satu ikon keagamaan terbesar di Kalimantan Selatan yang rutin diisi oleh khatib-khatib pilihan dari berbagai kalangan.
Peringatan tentang kematian ini menjadi pengingat berkala bagi umat Muslim di Banjarmasin untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial di tengah rutinitas harian.