BANJARMASIN — Selain pemeriksaan gigi dan mulut, masyarakat yang hadir juga bisa mengikuti sikat gigi bersama, aplikasi fluoride untuk mencegah karies, hingga donor darah bekerja sama dengan PMI Kota Banjarmasin. Layanan kesehatan umum seperti cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol pun tersedia gratis.
Mengapa Kesehatan Gigi di Kalsel Jadi Perhatian Khusus?
Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda, menyebut karakteristik wilayah Kalimantan Selatan yang didominasi lahan rawa dengan tingkat keasaman air cukup tinggi menjadi salah satu faktor tingginya angka gigi berlubang. Kondisi ini mendorong perlunya upaya pencegahan secara berkelanjutan dan akses layanan yang lebih dekat ke masyarakat.
"Kami ingin masyarakat memperoleh pelayanan gigi yang lebih dekat, mudah diakses, dan tanpa biaya," ujarnya. Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan RSGM Gusti Hasan Aman sebagai rumah sakit rujukan kesehatan gigi di Kalsel.
Rangkaian Pelantikan Pengurus PDGI Kalsel 2025–2030
Ketua PDGI Pengurus Wilayah Kalimantan Selatan, drg. Budi Rukhiyat, menjelaskan bahwa bakti sosial ini merupakan rangkaian dari pelantikan Pengurus Wilayah PDGI Kalsel periode 2025–2030 yang digelar sehari sebelumnya. Sebanyak 170 dokter gigi dari berbagai daerah turun langsung melayani masyarakat.
"Ini menjadi momentum mempererat kebersamaan profesi sekaligus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat," kata Budi.
Sinergi Tiga Pilar: Organisasi Profesi, Rumah Sakit, dan Kampus
Kegiatan bertajuk "Satu Langkah untuk Sehat, Satu Senyum untuk Banua" ini merupakan kolaborasi antara PDGI Kalsel, RSGM Gusti Hasan Aman, dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM). Dekan FKG ULM, drg. Maharani Laillyza Apriasari, menilai sinergi ini menjadi model kolaborasi efektif dalam mencetak tenaga kesehatan gigi yang profesional.
"Kolaborasi ini berjalan sangat sinergis. Mahasiswa mendapatkan wadah pembelajaran di RSGM, kemudian setelah lulus mereka akan menjadi bagian dari PDGI. Terdapat kesinambungan antara pendidikan, pelayanan kesehatan, dan organisasi profesi," pungkasnya.
Apresiasi dari Pengurus Besar PDGI Pusat
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar PDGI, drg. Gagah Daru Setiawan, yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi. Menurutnya, tingginya angka kasus karies di Indonesia menjadi tantangan yang harus diatasi melalui edukasi serta pelayanan promotif dan preventif yang berkelanjutan.
"Melalui kegiatan seperti ini, dokter gigi dapat semakin dekat dengan masyarakat serta memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi secara langsung," ujarnya.