KALIMANTAN SELATAN — Pertandingan Grup 2 T20 World Cup di Headingley, Leeds, menyajikan salah satu laga paling menegangkan di turnamen ini. West Indies yang sempat tertekan akhirnya menang tipis 7 run setelah Skotlandia, yang baru meraih kemenangan perdana mereka di Piala Dunia, menunjukkan perlawanan sengit hingga bola terakhir.
Momen Kepanikan West Indies di Headingley
West Indies hanya bisa mencetak 153-6 dalam 20 over. Angka itu diraih berkat aksi veteran Stafanie Taylor (47* dari 19 bola) yang tampil di pertandingan pertamanya di usia 35 tahun. Taylor memukul tiga six dalam lima bola terakhirnya untuk menyelamatkan innings yang sempat terpuruk di 85-5 pada over ke-15.
Namun, saat mengejar target 154, Skotlandia tampil luar biasa. Mereka mencapai 51-0 dalam 5.1 over sebelum kehilangan empat wicket hanya dalam tujuh run. Darcey Carter (59 dari 62 bola) yang bermain dengan cedera betis, bersama Ailsa Lister (33 dari 25 bola), membawa Skotlandia ke posisi hampir menang.
Dottin Menangis, Alleyne Jadi Pahlawan
Ketegangan mencapai puncak saat Deandra Dottin kebobolan 13 run di over ke-18 dan menangis di lapangan. Namun, pelempar West Indies, Aaliyah Alleyne, tampil dingin di bawah tekanan. Ia memecahkan kemitraan Carter dan Lister, serta mengeliminasi Kirstie Gordon di bola pertama over ke-19.
Skotlandia masih bertahan dengan membutuhkan 13 run dari empat bola terakhir dengan dua wicket tersisa. Qiana Joseph, yang sebelumnya menjatuhkan tangkapan dan melempar no-ball, akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan tujuh run.
Dampak ke Klasemen dan Laga Selanjutnya
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Skotlandia. Mereka sebelumnya mengalahkan Irlandia untuk kemenangan Piala Dunia pertama mereka. Peluang lolos ke semifinal belum sepenuhnya tertutup, tetapi mereka harus menghadapi Inggris pada Sabtu (14/10) dalam laga yang hampir pasti menentukan.
West Indies akan bertanding melawan Sri Lanka di Bristol pada hari Minggu (15/10). Pertandingan ini menunjukkan betapa tipisnya margin antara kemenangan dan kekalahan di level tertinggi, sekaligus membuktikan bahwa Skotlandia bukan lagi tim underdog yang bisa diremehkan.