Pencarian

Harga TBS Sawit di Balangan Naik ke Rp2.300 per Kilogram, Petani Khawatir Biaya Produksi dan BBM Masih Tinggi

Minggu, 14 Juni 2026 • 10:15:31 WIB
Harga TBS Sawit di Balangan Naik ke Rp2.300 per Kilogram, Petani Khawatir Biaya Produksi dan BBM Masih Tinggi
Harga TBS sawit di Balangan naik menjadi Rp2.300 per kilogram, memberikan harapan baru bagi petani.

BALANGAN — Petani sawit di Kabupaten Balangan akhirnya bisa bernapas lega setelah harga tandan buah segar (TBS) menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan data di tingkat petani, harga TBS yang sempat jatuh ke posisi terendah kini merangkak naik signifikan dalam sepekan terakhir.

Kenaikan ini disambut positif oleh Khairullah, petani sawit asal Desa Merah, Kecamatan Awayan. Menurutnya, kondisi ini menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha perkebunan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga.

“Alhamdulillah, harga sawit sekarang sudah kembali membaik. Kondisi ini tentu sangat membantu petani dalam memenuhi kebutuhan operasional kebun,” ujar Khairullah kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Biaya Angkut dan Pupuk Masih Menggerus Keuntungan Petani

Meski harga jual mulai membaik, keuntungan yang diraup petani belum sepenuhnya optimal. Pasalnya, biaya produksi justru ikut melonjak, terutama ongkos transportasi yang dipengaruhi oleh mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM).

Khairullah menjelaskan, biaya pengangkutan hasil panen dari kebun yang berada di dalam hutan menuju tempat penampungan atau pabrik pengolahan kini menjadi beban tersendiri. “Biaya angkut dari dalam hutan ke luar sekarang cukup besar. Harga BBM yang tinggi membuat ongkos transportasi ikut naik sehingga mengurangi keuntungan petani,” katanya.

Selain BBM, petani juga masih dibebani oleh mahalnya harga pupuk, pestisida, dan herbisida. Kondisi ini membuat biaya perawatan kebun tetap besar meskipun harga jual TBS mulai mengalami perbaikan.

Harapan Petani: Harga Stabil dan Perhatian Pemerintah Daerah

Para petani berharap tren kenaikan harga sawit dapat bertahan dalam jangka panjang. Stabilitas harga dinilai penting agar mereka bisa menutupi biaya perawatan kebun sekaligus menjaga produktivitas tanaman di musim tanam mendatang.

“Kami berharap harga ini tidak cepat turun lagi. Kalau bisa bertahan lama, pendapatan kami bisa lebih terjamin,” harap Khairullah.

Ia juga meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap tingginya biaya produksi perkebunan, khususnya persoalan BBM dan transportasi hasil panen. Menurutnya, intervensi dari Pemkab Balangan sangat dibutuhkan agar margin keuntungan petani tidak terus tergerus oleh biaya logistik dan input produksi.

Kenaikan harga TBS di Balangan ini menjadi indikator awal pemulihan ekonomi petani sawit di wilayah tersebut. Namun, tanpa kebijakan yang berpihak pada petani hulu, momentum kenaikan harga dikhawatirkan tidak akan cukup untuk mendongkrak kesejahteraan secara berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: banjarbaruklik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks