JAKARTA — Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar (PP KBB) Sadunia menggelar pertemuan akbar Halalbihalal sebagai rangkaian perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah pada tahun 2026. Acara yang berlangsung di Keraton Majapahit, Jakarta, ini dihadiri oleh warga Banjar lintas generasi yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia hingga mancanegara.
Ketua Umum PP KBB Sadunia, Sahbirin Noor, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, Halalbihalal merupakan ruang batin untuk kembali ke fitrah sekaligus jembatan penghubung tali silaturahmi yang sempat renggang karena jarak dan waktu di perantauan.
Pesan Persatuan Pangeran Antasari: Jangan Bacakut Papadaan
Dalam sambutannya, tokoh yang akrab disapa Paman Birin ini mengingatkan kembali pesan legendaris Pangeran Antasari kepada seluruh urang Banjar. Ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan internal suku Banjar di mana pun mereka berpijak agar tetap solid dan tidak terpecah belah.
"KBB adalah rumah besar bagi seluruh urang Banjar lintas generasi. Berkumpul dalam suasana kekeluargaan tentu saja sebagaimana diingatkan Pangeran Antasari, JANGAN BACAKUT PAPADAAN," ujar Sahbirin Noor di hadapan para tokoh Banjar dari Brunei Darussalam dan Malaysia.
Ia menambahkan bahwa kebersamaan sejati tidak diukur dari kemewahan acara, melainkan dari keikhlasan untuk saling merangkul. Semangat ini dianggap krusial mengingat suku Banjar memiliki identitas sebagai bangsa petarung dan pejuang yang telah teruji dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Ekspansi Organisasi dan Jejak Diaspora Banjar di Luar Negeri
Sejak menakhodai organisasi ini pada 2023, Sahbirin Noor tercatat telah melantik 25 Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Luar Negeri KBB. Perjalanan tersebut memberinya kesempatan melihat langsung bagaimana daya adaptasi urang Banjar yang luar biasa di tanah rantau.
Sebagai masyarakat yang gemar merantau atau "katuju madam", warga Banjar dikenal mampu berbaur dan memberikan manfaat bagi daerah tempat mereka menetap. Mereka hadir di berbagai sektor strategis, mulai dari politik, perdagangan, pertanian, hingga dunia pendidikan dan keagamaan dengan tetap membawa nilai religiusitas yang kuat.
"Di mana pun urang Banjar berada, kita sering dikenal sebagai masyarakat yang santun, pekerja keras, mudah bergaul, dan dekat dengan nilai-nilai keislaman. Ini adalah warisan budaya sekaligus kekuatan besar yang harus terus kita jaga," lanjutnya.
Visi Strategis: Bergerak Banjar Menjemput Dunia
Menutup arahannya, Sahbirin Noor mendorong generasi muda Banjar untuk tidak hanya bertahan di perantauan, tetapi juga berani bersaing di level internasional. Ia menginginkan agar anak cucu warga Banjar muncul sebagai pemimpin, diplomat, akademisi, hingga pengusaha yang diperhitungkan di kancah global.
Visi ini dirangkum dalam motto perjuangan organisasi: "BERGERAK BANJAR MENJEMPUT DUNIA". Kalimat ini dipandang sebagai panggilan sejarah bagi warga Banjar untuk terus belajar dan beradaptasi tanpa harus kehilangan jati diri budaya asalnya.
"Jangan sampai urang Banjar dipandang sebelah mata. Kita memiliki potensi besar dan semangat gotong royong Waja Sampai Ka Puting. Tinggal bagaimana kita menyatukan energi itu menjadi kekuatan bersama," pungkasnya.