MARTAPURA — Personel Polsek Kertak Hanyar bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Banjar melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyusul temuan mayat laki-laki di Desa Simpang Empat, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar. Korban ditemukan dalam posisi terlentang di lantai rumah kontrakan sekitar pukul 18.30 WITA.
Petugas langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk mempermudah proses evakuasi dan pengumpulan data primer. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban guna menelusuri identitas aslinya.
Hasil Visum: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Tubuh Korban
Dokter forensik RSUD Ratu Zalecha Martapura, dr. Buyung Ramadhan, memastikan tidak ditemukan bekas penganiayaan atau tanda-tanda kekerasan fisik pada jasad pria tersebut. Korban diperkirakan sudah mengembuskan napas terakhir sekitar 6 hingga 12 jam sebelum ditemukan oleh warga.
Pihak kepolisian juga mendapatkan informasi medis tambahan yang memperkuat dugaan penyebab kematian karena faktor kesehatan. Berdasarkan keterangan para saksi yang dihimpun petugas di lapangan, pria tersebut diketahui memiliki riwayat penyakit ginjal.
Saksi Sebut Korban Sempat Mengeluh Sesak Napas
Dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berinteraksi dengan warga sekitar dan mengeluhkan kondisi fisiknya yang terus menurun. Saksi M. Adi Yamin (30) menyebut korban menderita gangguan pernapasan yang cukup serius.
“Korban mengeluh sakit di bagian dada, sesak, dan susah bernapas,” ujar Adi saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
Kecurigaan warga muncul saat saksi Wahyu Budi Hadianto (39) melihat rumah kontrakan korban dalam kondisi gelap gulita saat malam hari. Wahyu kemudian berinisiatif masuk untuk memeriksa dan menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bergerak di atas lantai.
Polisi Amankan Obat-obatan dan Kartu Identitas Pekerja
Meski belum mengantongi KTP korban, polisi menemukan dompet berisi uang tunai, telepon genggam, serta beberapa kartu identitas pekerja di lokasi kejadian. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah obat-obatan yang diduga dikonsumsi korban untuk meredakan penyakitnya.
Saat ini, jenazah masih berada di ruang pemulasaraan RSUD Ratu Zalecha Martapura. Unit Inafis Satreskrim Polres Banjar sedang melakukan proses identifikasi sidik jari secara digital untuk mengungkap nama lengkap dan alamat asal korban.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri laki-laki dewasa yang tinggal di wilayah Kertak Hanyar untuk segera melapor ke Polsek terdekat atau datang langsung ke RSUD Ratu Zalecha.