KALIMANTAN SELATAN — Direktur Teknik PSSI Alex Zwiers menyebut perjalanan Timnas Indonesia U-15 di Piala Dunia dan Festival U-15 2026 sebagai progres bertahap setelah finis di peringkat ke-72 dari 189 peserta. Ia juga mengapresiasi dua kemenangan Timnas U-17 atas Malaysia dalam uji coba menjelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027.
Piala Dunia dan Festival U-15 2026 berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada 24-30 Oktober 2026. Timnas Indonesia U-15 asuhan Furqon Alkatiri menutup Grup G di posisi ketiga dari enam kontestan dengan tujuh poin dari dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan.
Di fase grup, skuad Garuda Muda mengalahkan Fiji 5-1, kalah 0-3 dari Wales, imbang 1-1 dengan Bangladesh, takluk 1-2 dari Portugal, lalu menutup dengan kemenangan 6-1 atas Burundi.
Pada babak Tier C, Indonesia bermain imbang 3-3 melawan Moldova dan menang 9-8 lewat adu penalti, mengalahkan Panama 5-3, sebelum kalah 1-6 dari Luksemburg dan 1-5 dari Prancis.
Zwiers menilai hasil tersebut bagian dari pembinaan yang baru berjalan. Kelompok usia kelahiran 2010 memulai perjalanan PSSI Academy enam bulan lalu, sementara kelompok kelahiran 2011 baru bergabung kurang dari dua bulan.
"Progres selangkah demi selangkah. Perjalanan PSSI Academy dimulai enam bulan lalu dengan kelompok usia kelahiran 2010. Sementara itu, kelompok usia kelahiran 2011 baru memulai perjalanan mereka kurang dari dua bulan lalu," ujar Zwiers di akun Instagram @alex_zwiers.
Timnas U-17 mencatat hasil positif dalam uji coba kontra Malaysia di Akademi Mokhtar Dahari Arena, Pahang, pada 28 dan 30 Oktober 2026. Anak asuh pelatih itu menang 2-0 lalu 2-1.
Rangkaian latih tanding tersebut menjadi persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-17 2027 yang bergulir akhir bulan ini. Zwiers menempatkan laga melawan Malaysia dan Festival Piala Dunia U-15 sebagai ajang belajar dan beradaptasi bagi para pemain.
"Laga uji coba Timnas U-17 melawan Malaysia dan Festival Piala Dunia U-15 menjadi kesempatan bagi para pemain untuk belajar, beradaptasi, serta membawa berbagai pelajaran baru ke dalam sesi latihan sehari-hari," tutur Zwiers.
Zwiers menegaskan pembinaan talenta tidak berhenti di satu turnamen. Ia menyebut proses menuju kemajuan menuntut waktu dan kerja keras berkelanjutan, dengan setiap pengalaman menjadi fondasi langkah berikutnya.
"Berlatih. Bertanding. Mengevaluasi. Berkembang. Bersama-sama, kami sedang membangun jalur pembinaan talenta yang berkesinambungan untuk mempersiapkan generasi mendatang agar mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Asia," lanjutnya.
"Proses menuju kemajuan membutuhkan waktu dan kerja keras yang berkelanjutan. Setiap pengalaman memiliki arti. Setiap langkah menjadi fondasi untuk langkah berikutnya," pungkas Zwiers.