BANJARMASIN — Pembukaan diskusi publik itu diawali penampilan pemain biola Yuli Aeyra Violin yang memukau tamu undangan. Gesekan biola Yuli menjadi pembuka sebelum forum membahas arah kebijakan Superhub dan posisi strategis Kalimantan Selatan.
Kalimantan Selatan menempati posisi khusus dalam diskusi ini sebagai provinsi tertua di Kalimantan. Peserta forum akan memetakan titik temu antara target pertumbuhan ekonomi dan realitas krisis ekologis, terutama karhutla yang berulang terjadi di wilayah itu.
Keynote speech pertama disampaikan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Dr (HC) Ir H Mochamad Basuki Hadimuljono yang diwakili Staf Khusus Kepala Otorita IKN bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi Dr Ir Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng.Sc., IPU., ACPE., APEC Eng.
Keynote speech berikutnya dari Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Prof Dr Ir Rachmat Pambudy, M.S. Rektor ULM Prof (Adj) Dr dr Iwan Aflanie, Sp.F, SH melengkapi jajaran pembicara kunci.
Selain pembicara kunci, diskusi menghadirkan lima narasumber pendamping:
Diskusi dipandu Rofi Eka Shanty, Indonesia Representative to Imam Bukhari International Scientific Research Center yang juga Kepala Biro Jakarta & Asia Tengah Kalimantan Post. Penunjukan moderator ini disebut bakal membuat forum lebih menarik karena pengalamannya memandu diskusi lintas isu.
Agenda Superhub sendiri menyangkut eksplorasi arah kebijakan dan pemetaan posisi Kalsel di antara pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kehadiran perwakilan Otorita IKN dan Bappenas memberi forum ini jalur langsung ke pengambil kebijakan nasional.
Peringatan 500 Tahun Kota Banjarmasin menjadi latar penyelenggaraan diskusi. Kalimantan Post dan ULM menempatkan momen itu sebagai pijakan untuk membicarakan masa depan ekonomi daerah, bukan sekadar seremonial.