Manchester United Diimbau Beri Kesempatan Nyata untuk Pemain Akademi

Penulis: Yuda Pratama  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 21:08:01 WIB
Mantan pemain Tottenham, David Pleat, menilai Manchester United perlu memberi pemain akademi kesempatan tiga laga beruntun sebagai starter.

KALIMANTAN SELATAN — Manchester United diminta berhenti sekadar memberi jatah sesekali di Carabao Cup untuk lulusan akademinya. Mantan pemain Tottenham, David Pleat, menilai Michael Carrick harus berani memberi tiga laga beruntun sebagai starter agar potensi pemain muda bisa dinilai secara adil.

Kekalahan Manchester United dari Como dan Bournemouth memantik perbandingan dengan era kejayaan klub yang dibangun dari pemain binaan sendiri. Dua masa paling terkenal United lahir dari jalur akademi: Busby Babes dan Class of '92. Pertanyaannya kini, apakah Carrick punya keberanian memberi kesempatan serupa kepada generasi yang ada sekarang?

Laga FA Youth Cup 2025 Jadi Bukti Bakat yang Terpendam

Pada Februari 2025, Pleat menyaksikan langsung United mengalahkan Arsenal 3-2 di ajang FA Youth Cup di Emirates Stadium. Jack dan Tyler Fletcher tampil apik, begitu pula Harry Amass, rekrutan dari Watford. Di kubu Arsenal, Max Dowman menunjukkan kualitas sebagai talenta generasi.

Namun hingga kini, tak satu pun dari skuad United tersebut benar-benar menembus tim utama. Amass, bek kiri, baru dua kali masuk sebagai pengganti musim ini. Winger Shea Lacey, bagian dari skuad U-18 yang sama, empat kali dimainkan dan sekali menjadi starter di Carabao Cup.

Suporter Old Trafford Selalu Merindukan Pemain Binaan Sendiri

Pendukung United dikenal menyukai pemain dari akademi. Dua produk muda yang kini reguler, Kobbie Mainoo dan Marcus Rashford, sudah mapan di tim. Pleat mempertanyakan apakah para pemain mahal yang didatangkan benar-benar merasa sebagai bagian dari Manchester United.

"Dengan pemain akademi, Anda mendapat semangat dan identitas, kebanggaan mendalam terhadap jersey. Itu tidak cukup, tetapi untuk menilai mereka secara nyata, mereka butuh kesempatan yang layak," tulis Pleat dalam kolomnya.

Standar Tiga Laga Beruntun sebagai Syarat Penilaian

Menurut Pleat, seorang pemain wajib diberi minimal tiga laga beruntun sebagai starter untuk melihat apakah ia punya potensi menjadi pemain reguler. Sebagian pemain di United dan klub lain hanya mendapat jatah sesekali di Carabao Cup, lalu selesai.

Ia juga menyoroti kasus JJ Gabriel, pemain 16 tahun yang sangat dihargai di United. Gabriel dan penasihatnya tampaknya berpikir kariernya lebih baik berkembang di tempat lain. Pola serupa pernah dialami Noni Madueke, yang meninggalkan Tottenham ke PSV pada usia 16, mendapat menit bermain, lalu kembali ke Chelsea dan kini Arsenal.

Masalah Lebih Luas: Akademi Bukan Sekadar Pos Dagang

Persoalan ini melampaui United. Tujuan sistem pembinaan seharusnya menghasilkan pemain untuk tim senior, bukan menjadi tempat singgah atau sumber dana membeli pemain asing yang kerap biasa saja. Tottenham disebut telah melahirkan sejumlah pemain internasional seperti Sol Campbell, Ledley King, Harry Kane, dan Andros Townsend dalam 30 tahun terakhir.

Musim ini, satu-satunya pemain binaan Tottenham dengan penampilan di Premier League adalah Mikey Moore, dan ia dipinjamkan ke Cologne pada Agustus. Pleat menilai sistem pinjaman bisa bermanfaat, seperti yang dialami Kane, tetapi tetap butuh manajer yang simpatik dan advokat kuat di dalam klub.

Liverpool dan Ancaman bagi Kolam Talenta Timnas Inggris

Liverpool telah menurunkan pemain kelahiran kota itu setiap musim sejak 1892, tetapi pada Agustus mendaftarkan skuad Premier League berisi 25 pemain tanpa satu pun kelahiran Liverpool. Dua pemain muda Inggris, Rio Ngumoha dan Trey Nyoni, sudah menjadi starter di laga non-Carabao Cup.

Pleat khawatir kolam talenta timnas Inggris terus tergerus. Ia menyerukan pembaruan sistem akademi, termasuk penghapusan sepak bola U-21. Pemain seharusnya dilepas paling lambat pada usia 18 tahun, sementara yang bertahan harus masuk tim utama atau dipinjamkan.

Sepak Bola Akademi Terlalu Rapi untuk Ujian Sesungguhnya

Sepak bola akademi dinilai rapi dan teknis, tetapi jauh dari kerasnya pertandingan senior. Pleat mengenang masa mudanya di Nottingham Forest, ketika ia melewati pemain senior dalam latihan dan diancam, "Lakukan lagi, Nak, dan kakimu akan kupatahkan."

Menonton tim U-21 United pekan ini menunjukkan Carrick memang punya minat terhadap akademi. Bagi Pleat, inilah momen bagi Carrick untuk mengambil langkah berani dan memberi generasi muda kesempatan yang selama ini mereka tunggu.

Reporter: Yuda Pratama
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top