iPhone Duo Mulai Diambil Pembeli Indonesia, Stok Batch Pertama Ludes 30 Menit

Penulis: Zulham Nasution  •  Jumat, 30 Oktober 2026 | 13:39:01 WIB
Pembeli mengambil unit iPhone Duo di gerai Digimap Grand Indonesia pada Jumat (30/10).

KALIMANTAN SELATAN — Pembeli pertama iPhone Duo di Indonesia mulai mengambil unit mereka di gerai Digimap dan Hello Store pada Jumat (30/10), sepekan setelah pre-order dibuka. Batch pertama yang sangat terbatas itu ludes terpesan dalam waktu kurang dari 30 menit, sehingga pembeli harus berburu lintas kanal demi mendapatkannya.

Pengambilan unit perdana iPhone Duo berlangsung serentak di sejumlah distributor resmi pada pukul 10.00 WIB. Di Digimap Grand Indonesia, sejumlah pembeli yang sebelumnya memesan lewat situs web sudah hadir sejak pagi untuk mengambil ponsel lipat pertama Apple tersebut.

Antusiasme terlihat dari cerita pembeli pertama di gerai itu. Bobi mengaku sempat berburu unit bersama keluarganya agar bisa mendapatkan iPhone Duo sesuai jadwal pre-order.

"Bahagia banget akhirnya bisa dapet setelah nge-war panjang di sini, di digimap," kata Bobi, pembeli pertama yang melakukan pengambilan unit iPhone Duo di Digimap Grand Indonesia.

Stok Batch Pertama Habis dalam Hitungan Menit

Pre-order iPhone Duo di Digimap dibuka pada Jumat (23/10). Ketersediaan produk di batch pertama sangat terbatas, dan tidak sampai 30 menit seluruh unit sudah ludes terpesan.

Digimap menyebut stok untuk pembelian reguler tidak langsung tersedia di toko. Karena itu, antrean pengambilan unit tidak sepanjang waktu kehadiran iPhone 18 series sebelumnya.

Hello Store, yang juga membuka pemesanan lewat situs web sejak pekan lalu (23/10), menerima pickup bagi pembeli pre-order pada hari yang sama. Kuota yang tersedia jauh lebih kecil.

Salah satu pengajar toko mengatakan Hello Store Grand Indonesia hanya menerima pemesanan 5 unit untuk masa pre-order.

Pembeli Incar Kapasitas Lebih Besar, tapi Kehabisan

Bobi sebenarnya menginginkan opsi penyimpanan 512GB atau 1TB. Ketersediaan produk cepat habis sehingga dirinya kehabisan stok dan harus membawa pulang iPhone Duo 256GB Starry White.

"Waktu nge-war itu kebetulan kita satu keluarga besar ikut bantu, cuman akhirnya cuma dapat satu," ungkapnya.

Meski demikian, Bobi mengaku terkesan dengan perangkat tersebut. Menurutnya, iPhone Duo jauh melampaui ekspektasi yang ia bayangkan.

"Ternyata lebih dari yang saya kira sih. Ekspektasi saya kan kalau di YouTube atau di luar sana katanya berat lah, katanya screen-nya kurang bagus, ternyata pas lihat aslinya, wah. Harus lihat sendiri deh, gak nyesel ikut PO iPhone lipat," ungkap Bobi.

Pengguna Setia Apple Jadi Pembeli Utama

Pembeli yang mengambil unit pada hari pertama mayoritas merupakan pengguna setia produk Apple. Dian, salah satu pembeli di Hello Store, mengaku pindah dari BlackBerry dan langsung masuk ke ekosistem iPhone.

"Saya dari BlackBerry dulu terus langsung pindah iPhone," kata Dian.

Selain terbiasa dengan ekosistem Apple, Dian tertarik pada teknologi ponsel lipat. Menurutnya, iPhone Duo menghadirkan perubahan fisik, bukan sekadar peningkatan spesifikasi seperti iPhone biasa.

"Saya memang suka nyoba gitu kalau ada produk apa yang baru ngeluarin apa, nyobain. Bukan produknya sebenarnya, suka teknologinya. Kalau kayak gini ini (iPhone), ini kan sama-sama aja ya, kemarin 18 Pro juga saya enggak mau beli," tambahnya.

Layar lebar menjadi salah satu alasan praktis. Dian menyebut iPhone Duo cocok untuk membaca buku digital.

"Ini mungkin bisa buat baca kali ya, enak kali ya layarnya lebar. Saya kan suka baca buku juga, jadi bisa baca buku (di iPhone Duo)," kata Dian.

Ekosistem Apple Masih Jadi Magnet

Ekosistem digital yang disediakan Apple di hampir semua lini gadget personal menjadi alasan terkuat bagi pengguna setia. Kemudahan dan nilai praktis yang ditawarkan memberi kenyamanan lebih.

Bagi pasar Indonesia, pola pengambilan unit bertahap dengan kuota kecil ini menunjukkan permintaan awal iPhone Duo cukup tinggi. Konsumen yang gagal di batch pertama masih harus menunggu ketersediaan stok reguler di distributor resmi.

Reporter: Zulham Nasution
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top