KALIMANTAN SELATAN — Program PFmuda Pertamina Foundation telah menjangkau 28 provinsi dan 227 kabupaten/kota hingga 2025, dengan total 362 kelompok pemenang sejak pertama kali digelar. Rasio Social Return on Investment (SROI) program mencapai 1,68 berdasarkan penilaian independen PT Adi Akara Bumi.
Ketua Yayasan Pertamina Agus Mashud S Asngari menyatakan program PFmuda menjadi wadah bagi inovator muda dan wirausaha sosial untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Pada 2025, PFmuda menjaring dan membina 110 kelompok pemenang yang terdiri atas 30 kelompok kategori Ideation dan 80 kelompok kategori Sociopreneur yang telah menjalankan usaha sosial.
Dari jumlah itu, 39 kelompok menunjukkan keberlanjutan bisnis dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Inovasi peserta tersebar di sejumlah sektor, mulai dari pangan hingga teknologi.
Berdasarkan keterangan Pertamina Foundation, inovasi para peserta terbagi ke dalam tujuh sektor usaha:
Program PFmuda telah melibatkan 16.601 penerima manfaat, terdiri atas 9.067 perempuan dan 7.534 laki-laki. Penerima manfaat mencakup kelompok rentan seperti ibu kepala rumah tangga, masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), penyandang disabilitas, serta anak jalanan.
Agus menyebut keterlibatan kelompok rentan menjadi bagian dari dampak sosial yang ingin dicapai program, di samping dampak ekonomi dan lingkungan.
PFmuda diarahkan untuk mendorong generasi muda mengembangkan wirausaha sosial yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan. Program ini menyasar sociopreneur muda yang telah menjalankan usaha sosial maupun yang masih dalam tahap pematangan gagasan.
"Anak-anak muda Indonesia tidak hanya memiliki gagasan yang kreatif, tetapi juga keberanian luar biasa untuk membawa perubahan nyata di tengah masyarakat," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Ia menambahkan, program PFmuda hadir secara konsisten untuk memastikan setiap energi, ide, dan inovasi tersebut terwadahi secara terstruktur. Menurut Agus, struktur program yang jelas menjadi kunci agar dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari inovasi peserta bisa berkelanjutan bagi kemajuan bangsa.
Hingga 2025, PFmuda mencatat rasio SROI sebesar 1,68 berdasarkan penilaian independen PT Adi Akara Bumi. Rasio ini menggambarkan perbandingan manfaat sosial-ekonomi yang dihasilkan terhadap sumber daya yang dikeluarkan program.
Sejak pertama kali dilaksanakan, PFmuda telah menjangkau 28 provinsi dan 227 kabupaten/kota dengan total 362 kelompok pemenang. Jangkauan wilayah tersebut menempatkan program ini sebagai salah satu inisiatif pengembangan wirausaha sosial dengan sebaran penerima terluas di bawah Pertamina Foundation.