BANJARMASIN — Polda Kalimantan Selatan mengundang Forkopimda dan sejumlah perguruan tinggi negeri serta swasta untuk membahas pembentukan Forum Rektor dan Crisis Center. Crisis Center dimaksudkan sebagai pusat informasi, komando, dan koordinasi yang menangani situasi darurat, krisis, atau bencana secara cepat, terpusat, dan satu pintu.
Dalam pertemuan itu, Forkopimda dan kalangan akademisi membahas forum rektor sebagai wadah koordinasi dan penyampaian masukan bagi pemerintah daerah. Kapolda berharap kedua wadah tersebut membantu merumuskan langkah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memberi rekomendasi penanganan berbagai persoalan di Kalsel.
Rosyanto menyebut kebakaran hutan dan lahan yang masih melanda sejumlah wilayah sebagai salah satu persoalan yang menjadi perhatian. Penanganan bencana, menurut dia, butuh keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, hingga relawan dan akademisi.
"Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri hingga relawan dan kalangan akademisi," ujarnya.
Gubernur Kalsel H Muhidin menyambut baik inisiatif pertemuan Forkopimda dengan perguruan tinggi negeri dan swasta. Ia berharap forum rektor memperkuat komunikasi antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa.
Muhidin menilai penyampaian informasi soal program dan langkah pemerintah kepada masyarakat masih perlu diperbaiki. Forum rektor diharapkan menjadi penghubung agar informasi itu menjangkau dosen dan mahasiswa, sekaligus membuka ruang bagi kampus menyampaikan masukan atas hal yang masih perlu dibenahi.
"Forum rektor dapat menjadi penghubung agar informasi tersebut menjangkau dosen dan mahasiswa, sekaligus membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk menyampaikan masukan mengenai hal-hal yang masih perlu dibenahi," paparnya.
Muhidin mengingatkan tantangan kebencanaan di Kalsel tidak berhenti pada karhutla. Pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi banjir, termasuk kemungkinan karhutla kembali terjadi.
Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Dr Iwan Aflanie, menyatakan perguruan tinggi mengemban amanat Tridharma, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut dia, kampus wajib memberdayakan pemerintah dan masyarakat lewat tiga peran tersebut.
"Kondisi kita di Kalsel saat ini mengalami musibah yang cukup berat, tentu peran tridharma tadi kami optimalkan. Banyak kolaborasi yang sudah kami lakukan dengan Polda Kalsel dan Pemerintah, mudah-mudahan setelah kami berhimpun di forum rektor maka kami bisa optimal, sehingga berdampak kepada masyarakat, kami tidak tinggal diam dan selalu membersamai pemerintah daerah dan Kepolisian," ucapnya.
Iwan menyebut silaturahmi tersebut sebagai momentum memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dan unsur Forkopimda dalam mendukung pendidikan unggul serta lingkungan yang aman dan kondusif.
"Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah," ucapnya.