BANJARBARU — Peninjauan Kapolda menyusul peningkatan titik panas di sejumlah wilayah Kalsel dalam sepekan terakhir. Personel dibagi ke beberapa titik hotspot yang kondisinya memburuk, sementara pemadaman masih mengandalkan surfaktan di lahan gambut maupun lahan keras.
Rosyanto menyebut perlengkapan tambahan itu diperlukan karena personel sudah lebih dari dua bulan berjibaku dengan asap karhutla.
"Hari ini kami kembali melengkapi peralatan bagi anggota yang ada di lapangan yaitu masker Fullface yang dilengkapi kipas. Tentu ini diharapkan agar anggota tidak terpapar asap tebal ketika pemadaman," ujarnya.
Periksa Kesehatan Personel Sepekan Sekali
Selain peralatan, Kapolda memerintahkan pemeriksaan kesehatan rutin bagi anggota yang bertugas di lapangan. Instruksinya: setiap personel wajib memeriksakan diri ke RS Bhayangkara sepekan sekali.
Tim dari Dokkes Polda Kalsel dikerahkan berkeliling ke pos-pos pemadaman untuk memeriksa kondisi anggota secara langsung.
"Kesehatan bagi anggota sangat penting, selain peralatan memadai periksa ke medical juga penting. Bahkan Tim dari Dokkes Polda juga kami turunkan keliling ke pos-pos untuk memeriksa anggota yang sedang bertugas," kata Rosyanto.
Surfaktan Masih Jadi Andalan, Metode Baru Masih Dibahas
Soal metode penanganan, Kapolda belum memastikan apakah akan ada pendekatan baru untuk karhutla yang belum berakhir. Pembahasan akan dilakukan bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lain.
"Nanti akan kami bahas lagi apakah akan ada metode baru atau tetap dengan metode lama. Sampai sejauh ini kami masih mengandalkan Surfaktan untuk pemadaman baik lahan gambut, maupun lahan keras," ujarnya.
Penanganan karhutla di Kalsel dilakukan secara intensif dan terkoordinasi dengan Forkopimda. Meski api di permukaan berhasil dipadamkan, proses pendinginan terus berjalan untuk mencegah api bawah tanah di lahan gambut kembali menyala.
Rosyanto mengingatkan seluruh anggota di lapangan menjaga kesehatan dan keselamatan. Beban tugas mereka sudah berjalan lebih dari dua bulan sejak karhutla melanda sejumlah kabupaten dan kota di provinsi itu.