KALIMANTAN SELATAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang untuk 16 wilayah Indonesia pada Sabtu (24/10). Peringatan ini berlaku seiring aktifnya dinamika atmosfer regional yang memicu pertumbuhan awan hujan meski curah hujan dasarian diprediksi rendah hingga menengah. Banten masuk daftar khusus wilayah berpotensi angin kencang.
Peringatan ini muncul di tengah prakiraan curah hujan dasarian III Oktober hingga dasarian II November 2026 yang umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah. BMKG menegaskan, rendahnya akumulasi curah hujan pada skala dasarian tidak menghapus peluang hujan signifikan dalam skala harian.
BMKG mengidentifikasi beberapa dinamika atmosfer yang aktif dalam sepekan ke depan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau masih berlangsung di sejumlah titik, termasuk Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, perairan sekitar Aceh, Selat Malaka bagian utara dan tengah, Perairan Tamiang-Langsa, serta Samudra Pasifik utara Papua.
Selain MJO, gelombang Rossby Ekuatorial aktif di Laut Natuna Utara. Fenomena ini dinilai mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah dengan atmosfer labil dan pemusatan massa udara.
Sirkulasi siklonik di perairan barat Aceh dan Samudra Pasifik utara Papua turut memengaruhi pola angin regional. Pertemuan dan perlambatan angin berpotensi terbentuk di sejumlah area Sumatra, Kalimantan, dan Papua, yang mendukung pertemuan massa udara serta pertumbuhan awan hujan.
Berdasarkan peringatan dini hujan untuk periode 22-24 Oktober 2026, berikut daerah yang diprediksi dilanda hujan sedang hingga sangat lebat pada Sabtu (24/10):
Berstatus hujan lebat hingga sangat lebat.
Berstatus hujan lebat hingga sangat lebat.
Berstatus hujan lebat hingga sangat lebat.
Berstatus hujan lebat hingga sangat lebat.
Berstatus hujan lebat hingga sangat lebat.
Masuk daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Masuk daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Masuk daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Masuk daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Masuk daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Masuk daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Masuk daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Masuk daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Masuk daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Masuk daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Masuk daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat.
Selain daftar hujan di atas, BMKG menempatkan Banten sebagai satu-satunya provinsi yang masuk kategori berpotensi angin kencang pada periode yang sama. Warga di wilayah ini diminta waspada terhadap hembusan angin yang dapat mengganggu aktivitas luar ruang.
Kondisi relatif kering diprediksi masih berlangsung di sebagian Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Selatan. Meski begitu, labilitas atmosfer yang kuat di sebagian Sumatra bagian utara hingga tengah, Jawa, Kalimantan, dan Papua memperkuat potensi konveksi.
Kombinasi labilitas tinggi dan dinamika atmosfer regional inilah yang berpeluang menghasilkan hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah-wilayah yang masuk daftar peringatan.
BMKG mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala. Peringatan dini ini berlaku hingga 24 Oktober 2026, dengan potensi pembaruan seiring perkembangan dinamika atmosfer.