BALANGAN — Kepala SMPN 2 Juai Sugiarti menyebut pelatihan tersebut sebagai upaya sekolah memperkuat kompetensi pendidik, bukan sekadar melengkapi sarana dan prasarana. Menurut dia, guru yang terus belajar menjadi kunci menghadirkan proses belajar mengajar yang lebih berkualitas dan inovatif di kelas.
Kegiatan di Banjarbaru itu diikuti 12 guru dengan pendampingan langsung dari fasilitator BGTK Kalimantan Selatan. Materi penguatan literasi dan numerasi disampaikan Rini Fitriani dan Desy Damayanti, sedangkan digitalisasi pembelajaran difasilitasi Zaina Radiana dan Wahyuni Tri Lestari.
Para peserta tidak hanya memperdalam pemahaman literasi dan numerasi, tetapi juga memperluas kemampuan memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pembelajaran. Pelatihan dirancang agar guru bisa menyesuaikan materi dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing.
Penguatan literasi diarahkan agar guru mampu mendorong siswa membaca, memahami informasi, mengolah pengetahuan, dan menyampaikan gagasan. Adapun numerasi diarahkan untuk membangun kemampuan siswa menggunakan angka, data, dan penalaran matematis dalam menyelesaikan persoalan sehari-hari.
Digitalisasi pembelajaran menjadi peluang menghadirkan kegiatan belajar yang lebih interaktif melalui pemanfaatan teknologi secara tepat guna. Peserta juga diberi ruang berdiskusi dan bertukar pengalaman selama rangkaian pelatihan berlangsung.
Ketua panitia pelaksana yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Muhammad Nashir, menjelaskan bahwa IHT merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi guru di SMPN 2 Juai. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut perencanaan berbasis data, khususnya hasil analisis Rapor Pendidikan yang melibatkan pengawas sekolah.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap kompetensi guru semakin meningkat sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut perencanaan berbasis data berdasarkan hasil analisis Rapor Pendidikan, agar program peningkatan mutu yang dilaksanakan sekolah lebih terarah sesuai kebutuhan," jelas Nashir.
Perwakilan BGTK Kalimantan Selatan, Zaina Radiana, menyambut baik kedatangan rombongan guru SMPN 2 Juai. Ia menilai kehadiran para pendidik untuk belajar dan meningkatkan kompetensi melalui program pelatihan di BGTK Kalsel sebagai langkah positif.
Sugiarti berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal, terutama dengan aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan menggali pengalaman dari para fasilitator. Keterlibatan aktif selama pelatihan disebutnya sebagai salah satu kunci agar pengetahuan yang diperoleh tidak sekadar menjadi teori.
SMPN 2 Juai berharap hasil IHT diterapkan dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Para guru diharapkan mampu mengadaptasi materi dan keterampilan yang diperoleh sesuai kebutuhan mata pelajaran, sehingga pembelajaran di kelas lebih variatif dan mendorong partisipasi aktif siswa.
Hasil pelatihan juga diharapkan mendukung tindak lanjut program sekolah yang disusun berdasarkan analisis Rapor Pendidikan. Dengan perencanaan terarah dan pengembangan kompetensi berkelanjutan, sekolah dapat menyesuaikan langkah peningkatan mutu dengan kebutuhan pembelajaran yang ditemukan.