Devisa Pariwisata RI Capai Rp145,13 Triliun hingga Juli 2026

Penulis: Yuda Pratama  •  Jumat, 11 September 2026 | 13:35:32 WIB
Wisatawan mancanegara menikmati kawasan wisata di Kalimantan Selatan.

KALIMANTAN SELATAN — Kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 8,98 juta kunjungan. Badan Pusat Statistik mencatat angka itu tumbuh 5,23 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan datang dari beberapa pasar utama. Kawasan Asia lainnya naik 8,69 persen, Asia Tenggara tumbuh 7,32 persen, dan Oseania meningkat 7,26 persen.

Kunjungan dari Timur Tengah juga kembali positif seiring membaiknya kondisi kawasan. Pasar Eropa yang masih kontraksi mulai memperlihatkan perbaikan dibanding bulan sebelumnya.

Nilai Ekonomi yang Ditinggalkan Wisatawan

Pada triwulan II 2026, devisa pariwisata mencapai 4,39 miliar dolar AS atau setara Rp76,99 triliun. Nilai itu relatif stabil dibanding triwulan II tahun sebelumnya.

Widiyanti menekankan manfaat pariwisata tidak berhenti pada transaksi wisatawan. Pengeluaran untuk akomodasi, kuliner, transportasi, hingga pembelian produk UMKM ikut menggerakkan ekonomi daerah tujuan wisata.

"Bagi kami, angka ini penting. Karena pariwisata bukan hanya tentang berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi seberapa besar nilai ekonomi yang mereka tinggalkan di Indonesia dan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat," kata Widiyanti.

Kontribusi Pariwisata ke PDB

Tourism Satellite Account yang disusun BPS mencatat kontribusi langsung pariwisata terhadap produk domestik bruto pada 2025 sebesar 4,78 persen atau sekitar Rp1,139 triliun. Angka itu meningkat dibanding Rp1,057 triliun pada 2024.

Pertumbuhan ditopang mobilitas wisatawan nusantara, kenaikan kunjungan wisman, konektivitas yang membaik, serta bertambahnya event nasional dan internasional.

"Angka ini mencerminkan nilai ekonomi yang tercipta dari aktivitas wisata yang menggerakan usaha, membuka peluang kerja, dan memperluas manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah," tutur Widiyanti.

Wisnus Jadi Penopang Utama

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut perjalanan wisatawan nusantara sebagai salah satu penopang utama sektor pariwisata nasional. Sepanjang Januari-Juli 2026, perjalanan wisnus mencapai 737,85 juta perjalanan atau tumbuh 3,34 persen.

Di sisi lain, perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri turun. Periode Januari-Juli 2026 mencatat 5,26 juta perjalanan ke luar negeri atau turun 3,25 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Dengan kondisi itu, Indonesia mencatat surplus perjalanan sebesar 3,71 juta.

Okupansi Hotel Mulai Stabil

Tingkat okupansi hotel pada Januari-Juli 2026 mencapai 49,13 persen, meningkat 2,36 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi sinyal stabilnya industri akomodasi setelah 2025 sempat turun selama beberapa bulan.

"Hal ini penting, karena pertumbuhan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah orang yang melakukan perjalanan," kata Ni Luh Puspa.

Kementerian Pariwisata menyatakan terus melakukan mitigasi, memperkuat strategi pasar, dan menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun. Wisatawan yang merencanakan perjalanan akhir 2026 bisa memantau pembaruan data kunjungan dan event lewat kanal resmi Kementerian Pariwisata.

Reporter: Yuda Pratama
Sumber: industry.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top