TABALONG — Suasana haru menyelimuti penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris tiga relawan Unit Penanggulangan Bencana Swadaya (UPBS) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Masing-masing keluarga menerima santunan duka cita senilai Rp42 juta yang diserahkan langsung oleh Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi.
Para penerima manfaat tersebut adalah Muhammad Fauzi dari UPBS Keris Sawa, Suriani dari UPBS Rembakala, serta Rijali Rahman dari UPBS Murung Karangan. Dua di antaranya meninggal dunia karena sakit, sementara satu lainnya akibat kecelakaan lalu lintas.
Miliyani, ibu kandung Muhammad Fauzi, tak kuasa membendung air mata saat mengenang putranya. Ia menggambarkan almarhum sebagai pemuda dengan jiwa sosial tinggi yang kerap menjadi garda terdepan dalam setiap musibah.
"Anak saya ini sangat senang menolong orang lain. Kalau ada kabar orang tenggelam atau musibah kebakaran, dia selalu cepat berangkat. Pokoknya dia selalu jadi garda terdepan," kenang Miliyani dengan suara terbata-bata.
Bupati Tabalong menegaskan bahwa pemberian jaminan sosial ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah memberikan rasa aman kepada seluruh anggota relawan yang bertugas di lapangan. Ia menyebut perlindungan ini sebagai langkah preventif agar tugas kemanusiaan berjalan tanpa kekhawatiran berlebih.
"Asuransi dan santunan ini memang tidak pernah kita kehendaki untuk dipakai, tetapi wajib kita fasilitasi untuk memastikan para keluarga dan ahli waris yang ditinggalkan tetap dapat melanjutkan kehidupan dengan layak," tegas Noor Rifani.
Saat ini, sudah ada 330 anggota UPBS terverifikasi yang terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi, memastikan penambahan kuota secara signifikan akan dilakukan pada tahun anggaran berjalan.
"Tahun 2026 ini jumlah relawan UPBS yang didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan akan terus kita tambah. Rencananya, pada APBD Perubahan tahun ini, kami akan mendaftarkan sebanyak 2.150 orang relawan lagi," ucap Haris.
Perluasan cakupan ini ditujukan untuk memberikan jaminan bagi keluarga relawan atas pengorbanan mereka membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana di tengah masyarakat.
Miliyani mengaku perasaannya campur aduk menerima santunan yang diserahkan langsung oleh kepala daerah. Rasa syukur atas perhatian pemerintah berbaur dengan duka mendalam atas kepergian putranya.
"Tentu perasaan saya campur aduk. Di satu sisi kami sangat bersyukur atas perhatian pemerintah, tapi di sisi lain hati ini tentu sedih karena santunan ini diterima atas kepergian anak kandung saya," tuturnya.