KALIMANTAN SELATAN — Jakarta menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan anyar yang ingin mengubah cara pandang terhadap budaya. Lewat peluncuran Nusantara Rising: Indonesia Soft Power Initiative, KADIN Indonesia mencoba menjembatani kolaborasi lintas sektor agar kreativitas anak bangsa tak hanya berhenti sebagai warisan, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Acara yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) ini mempertemukan pemangku kepentingan industri kreatif, dari pemerintah hingga pelaku usaha. Semangatnya satu: menjadikan budaya dan nilai kemanusiaan sebagai kekuatan baru Indonesia di panggung global.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang hadir dalam peluncuran tersebut memberikan dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal budaya yang sangat besar dan beragam.
"Kita ini negara yang sebenarnya adalah super power di bidang kebudayaan," ujar Fadli di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, keberagaman ekspresi budaya yang dimiliki Indonesia berpotensi menjadi sumber ide dan ekonomi budaya. Posisi sebagai negara dengan mega cultural diversity disebutnya sebagai komitmen besar yang harus dikembangkan, bukan sekadar dilestarikan.
Fadli menyoroti dua sektor yang menunjukkan perkembangan signifikan. Industri film nasional, misalnya, kini mencatatkan pencapaian membanggakan.
"Secara domestik, perkembangan film Indonesia kini luar biasa bagus, market share film Indonesia sebanyak 67 persen," kata Fadli.
Untuk memperluas rekognisi, Kementerian Kebudayaan disebutnya aktif mengirim sineas Indonesia ke berbagai festival film internasional. Di sektor musik, potensinya juga tak kalah besar.
"Bahkan kalau kita lihat, 80 persen orang Indonesia mendengarkan musik Indonesia. Artinya, para musisi kita sudah menghasilkan karya-karya yang sangat digemari," tuturnya.
Di balik capaian itu, pemerintah tengah membangun fondasi yang lebih kokoh. Kementerian Kebudayaan saat ini menjalankan program Manajemen Talenta Nasional yang menyasar lima ekosistem seni.
Pembangunan ekosistem ini dinilai penting agar talenta lokal tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mendapatkan pengakuan internasional.
Fadli menekankan bahwa modal besar berupa kekayaan budaya harus mampu diolah menjadi engine of growth. Untuk itu, ia mendorong kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan mitra global.
Kolaborasi lintas sektor ini dibutuhkan agar kekayaan budaya tidak berhenti sebagai warisan yang hanya dijaga. Sejalan dengan itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang turut hadir memaparkan strategi pemerintah dalam mengorkestrasi potensi budaya, talenta, dan kreativitas Indonesia.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Rahayu Saraswati, menekankan pentingnya pendekatan soft power untuk menjadikan kekayaan budaya sebagai kekuatan ekonomi global. Peluncuran Nusantara Rising menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, legislatif, dan pelaku industri kreatif untuk mendorong budaya Indonesia naik kelas.
Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih turut hadir dalam agenda tersebut, menandakan dukungan serius pemerintah terhadap inisiatif ini. Budaya Indonesia, yang selama ini sering dipandang sebagai aset pelestarian, kini mulai ditempatkan sebagai sumber strategis ekonomi kreatif dan instrumen diplomasi budaya.