KALIMANTAN SELATAN — Persaingan di puncak smartphone fotografi Indonesia kembali memanas. Duel antara Huawei Pura 90s Pro Max dan Xiaomi 17 Ultra bukan lagi sekadar perang spesifikasi sensor, melainkan perbedaan filosofi pemrosesan gambar. Kedua perangkat sama-sama mengandalkan sensor besar, namun hasil akhirnya sangat bergantung pada bagaimana masing-masing pabrikan mengolah data mentah dari lensa.
Di kondisi cahaya terang, keduanya menghasilkan detail yang sangat tinggi—nyaris tidak ada yang kalah. Perbedaan baru terasa saat kamu melihat karakter warnanya. Huawei Pura 90s Pro Max memilih jalur aman dengan warna natural dan dynamic range yang luas. Bayangan tetap terlihat detail tanpa harus kehilangan sorotan.
Sementara itu, Xiaomi 17 Ultra tampil lebih agresif. Warna lebih hidup, kontras lebih kuat, dan hasil foto terasa lebih dramatis. Ini bukan soal siapa yang benar, tapi soal selera: kalau kamu suka foto yang langsung 'pop' di Instagram, Xiaomi jelas lebih unggul. Tapi kalau kamu butuh fleksibilitas editing, Huawei memberi ruang lebih luas.
Ini salah satu keunggulan paling jelas. Huawei Pura 90s Pro Max unggul dalam pemisahan objek dari latar belakang. Efek bokeh tampak lebih alami, tidak seperti hasil potong kasar. Xiaomi 17 Ultra juga kompetitif, dengan konsistensi warna kulit yang terjaga di berbagai pencahayaan, namun efek blur-nya terasa sedikit lebih 'digital'.
Untuk pengguna yang sering memotret orang, Huawei memberi hasil yang lebih meyakinkan secara visual.
Di sektor telefoto, Huawei membawa amunisi berat: kamera 200 MP dengan sensor RYYB. Hasilnya, detail pada pembesaran tinggi (5x hingga 10x) sangat terjaga. Xiaomi 17 Ultra tidak kalah, dengan pemrosesan gambar yang agresif untuk mempertahankan ketajaman pada jarak ekstrem.
Perbedaannya: Huawei lebih mengandalkan hardware, Xiaomi lebih mengandalkan software. Pada jarak 10x, Huawei masih terlihat lebih natural, sementara Xiaomi kadang over-sharpen. Tapi untuk zoom 50x, pemrosesan Xiaomi justru lebih stabil.
Kedua perangkat menghasilkan foto ultra-wide yang tajam dengan distorsi minim. Huawei lebih konsisten dalam reproduksi warna di semua lensa—artinya, foto dari kamera utama, telefoto, dan ultra-wide terlihat seperti berasal dari satu perangkat. Xiaomi, sebaliknya, memberikan warna lebih cerah di lensa ultra-wide, cocok untuk foto landscape yang langsung siap unggah.
Untuk selfie, keduanya sama-sama berkualitas tinggi. Huawei tetap natural, Xiaomi memberikan efek penajaman sedikit lebih kuat. Pilihan kembali ke preferensi pribadi.
Tidak ada yang salah dengan kedua pilihan. Yang jelas, keduanya adalah flagship kamera terbaik di kelasnya. Keputusan akhir ada di tanganmu: natural atau dramatis?