KALIMANTAN SELATAN — Morgan kembali memperluas kehadirannya di Amerika Serikat melalui Undang-Undang FAST Act, yang mengizinkan penjualan hingga 325 unit kendaraan per tahun yang tampilannya mirip mobil berusia minimal 25 tahun. Model Supersport ini bergabung dengan Super 3 dan Plus Four di lini produk Morgan di AS. Namun, seperti diwartakan Motor1, varian yang dibawa bukanlah yang paling bertenaga.
Alih-alih membawa mesin 3.0 liter 6 silinder turbo bertenaga 340 hp (atau hingga 400 hp di trim tertinggi) yang dijual di Eropa, Morgan memutuskan untuk memasarkan Supersport versi AS dengan mesin 2.0 liter 4 silinder turbo dari BMW. Mesin ini sama dengan yang digunakan pada Morgan Plus Four, menghasilkan 255 hp. Meski tenaganya lebih kecil, bobot Supersport yang hanya sekitar 1.134 kg membuat rasio power-to-weight-nya tetap impresif, setara dengan Mazda MX-5 Miata hardtop.
Di balik bodi yang terlihat seperti mobil tahun 1930-an, Morgan tetap mempertahankan konstruksi khasnya. Sasis menggunakan aluminium, sementara rangka bodi masih dibuat dari kayu ash dengan panel aluminium yang dibentuk tangan. Perpaduan antara teknik coachbuilding pra-perang dan konstruksi pesawat balap era pasca-perang ini menjadi ciri khas yang sulit ditemukan di pabrikan lain.
Morgan mengklaim Supersport adalah varian dengan handling paling tajam yang mereka jual saat ini. Dibandingkan Plus Four, Supersport mendapatkan rasio kemudi 14 persen lebih cepat, suspensi yang lebih kaku, serta bodi yang lebih aerodinamis. Bagi pembeli yang menginginkan performa sirkuit, tersedia paket handling opsional yang mencakup peredam kejut adjustable, kap serat karbon, serta velg ringan 18 atau 19 inci.
Seperti semua produk Morgan, setiap unit Supersport dibuat secara handmade, memberikan fleksibilitas tinggi bagi pembeli dalam memilih opsi dan gaya interior—mulai dari atap komposit hingga trim kenari. Harga yang dipatok untuk pasar AS adalah US$119.995, atau sekitar Rp1,9 miliar. Sebagai perbandingan, BMW Z4 dengan mesin 4 silinder dibanderol sekitar setengahnya, namun Morgan menegaskan kedua mobil ini tidak bisa dibandingkan secara langsung.
Karena Morgan bukan pabrikan dengan volume penjualan besar, mereka hanya bisa menjual mobil di AS di bawah ketentuan FAST Act. Undang-undang ini dirancang untuk membuka pintu bagi perusahaan restomod dan replika skala kecil, bukan untuk pabrikan besar. Meski Morgan tidak benar-benar membuat restomod, tampilan Plus Four dan Supersport yang kuno membuatnya memenuhi syarat.
Bagi penggemar Morgan di AS, kehadiran Supersport versi 4 silinder ini mungkin terasa seperti hasil yang kurang memuaskan—mirip semifinal Piala Dunia yang tidak sesuai harapan. Namun, setidaknya satu model tambahan di jajaran produk Morgan tetap lebih baik daripada tidak ada sama sekali.