Bitcoin saat ini diperdagangkan di Rp 1.124.979.881 ($62.780). Penurunan 1,38% dalam 24 jam terbilang moderat dibanding altcoin, menandakan bahwa investor besar (whale) masih cenderung hold. Level psikologis Rp 1,1 miliar menjadi support kunci. Jika tembus, potensi koreksi ke Rp 1,05 miliar terbuka. Sebaliknya, jika harga bertahan di atas Rp 1,12 miliar, momentum bullish jangka pendek masih terjaga.
Ethereum turun paling dalam di antara koin besar dengan koreksi 2,95% ke Rp 29.870.310 ($1.666,94). Penurunan ini dipicu oleh aksi jual setelah aktivitas jaringan sempat melambat di akhir pekan. Level Rp 29,5 juta menjadi bantalan berikutnya. Investor Indonesia perlu mencermati volume transaksi di exchange lokal; jika volume beli naik di kisaran ini, itu sinyal akumulasi dari ritel.
Cardano menjadi yang terlemah dengan koreksi 3,47% ke Rp 2.722 ($0,15), diikuti Dogecoin yang turun 3,24% ke Rp 1.416 ($0,08). Kedua koin ini sangat sensitif terhadap sentimen spekulatif. Bagi investor, ADA di bawah Rp 2.800 bisa menjadi area diskon jika proyek pengembangan jaringan terbaru berjalan sesuai jadwal. Sementara DOGE masih bergantung penuh pada sentimen media sosial — hindari beli FOMO tanpa katalis jelas.
Dari data pagi ini, tiga koin menunjukkan ketahanan relatif lebih baik:
Bagi investor ritel Indonesia, koreksi pagi ini bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap (DCA) di koin-koin dengan fundamental kuat seperti BTC dan ETH. Exchange terpercaya seperti Indodax, Tokocrypto, dan Pintu menyediakan fitur pembelian fraksional yang memudahkan. Hindari membeli altcoin berkapitalisasi kecil hanya karena harganya murah — likuiditas rendah bisa menjebak saat pasar berbalik turun.
Disclaimer: Artikel ini adalah analisis pasar dan bukan rekomendasi investasi. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.