Pemprov Kalsel Perluas Pendidikan Inklusif hingga ke Pelosok, Targetkan Pemerataan Akses Belajar bagi Semua Anak

Penulis: Arif Budiman  •  Senin, 22 Juni 2026 | 17:31:01 WIB
Pemprov Kalsel memperluas pendidikan inklusif ke daerah pelosok untuk pemerataan akses belajar.

BANJARBARU — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperluas layanan pendidikan inklusif hingga ke pelosok daerah.

Kepala Disdikbud Kalsel, Muhammadun, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak berkebutuhan khusus yang selama ini belum terlayani secara optimal. “Kami ingin tidak ada lagi anak di Kalimantan Selatan yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses atau fasilitas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (18/2/2025).

Fokus pada Daerah Terpencil dan 3T

Perluasan pendidikan inklusif menyasar sejumlah daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di provinsi ini. Disdikbud Kalsel mencatat, sejumlah sekolah di kawasan pedalaman belum memiliki guru pendamping khusus (GPK) maupun sarana belajar yang ramah disabilitas.

“Kami akan menempatkan GPK tambahan dan memberikan pelatihan kepada guru reguler agar mampu menangani siswa berkebutuhan khusus,” jelas Muhammadun. Ia menambahkan, pihaknya juga akan mengirimkan modul belajar adaptif ke sekolah-sekolah sasaran.

Dukungan Sarana dan Prasarana

Selain tenaga pendidik, Pemprov Kalsel mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat peraga dan media pembelajaran khusus. Beberapa sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kotabaru menjadi prioritas awal program ini.

“Kami juga akan merevitalisasi ruang kelas agar lebih aksesibel bagi siswa dengan keterbatasan fisik,” kata Muhammadun. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan inklusif bagi semua peserta didik.

Kolaborasi dengan Pemerintah Desa

Disdikbud Kalsel menggandeng pemerintah desa dan kecamatan untuk memetakan jumlah anak berkebutuhan khusus yang belum bersekolah. Data ini akan menjadi dasar penempatan GPK dan distribusi bantuan sarana belajar.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran serta pemerintah desa sangat penting untuk memastikan program ini tepat sasaran,” ujar Muhammadun. Ia berharap, dengan sinergi yang kuat, target pemerataan akses pendidikan di Kalsel bisa tercapai lebih cepat.

Fakta Singkat Pendidikan Inklusif Kalsel

  • Prioritas perluasan: daerah 3T dan pelosok di Hulu Sungai Utara serta Kotabaru.
  • Tenaga pendukung: penambahan guru pendamping khusus (GPK) dan pelatihan guru reguler.
  • Fasilitas: pengadaan alat peraga adaptif dan revitalisasi ruang kelas aksesibel.
Reporter: Arif Budiman
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top