KALIMANTAN SELATAN — Percakapan telepon antara Presiden Prabowo dan PM Rob Jetten berlangsung di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Informasi mengenai pertemuan jarak jauh itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, melalui unggahan akun Instagram resminya, Jumat (12/6/2026).
Dalam dialog tersebut, kedua pemimpin membahas tiga agenda utama. Pertama, penguatan kerja sama bilateral yang sudah berjalan di berbagai sektor strategis seperti perdagangan, pengelolaan sumber daya air, dan pertanian berkelanjutan.
Kedua, perkembangan negosiasi CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa. "Perdana Menteri Belanda Rob Jetten dan Presiden Indonesia @prabowo melakukan percakapan telepon yang baik hari ini," tulis Dubes Marc Gerritsen dalam unggahan yang diterima tvrinews.
Ketiga, situasi di Selat Hormuz. Kedua pemimpin sepakat bahwa stabilitas keamanan di jalur strategis perdagangan dunia itu menjadi kepentingan bersama yang harus dijaga.
"Tepat di dunia yang penuh gejolak ini, Indonesia dan Belanda bekerja sama untuk memperkuat hubungan," demikian bunyi pernyataan dalam unggahan Dubes Belanda. Pemerintah Belanda menilai hubungan kedua negara terus berkembang, didukung oleh kedekatan sejarah dan budaya.
"Dan negara-negara kami adalah mitra sevisi di dunia yang berubah dengan cepat," tambah pernyataan tersebut.
Pemerintah Belanda secara khusus menyoroti komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis di tengah perubahan global yang berlangsung cepat. Kesamaan pandangan dalam menghadapi tantangan global menjadi fondasi hubungan bilateral yang solid.
Hubungan kedua negara semakin erat setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Belanda pada September tahun lalu. Dalam lawatan tersebut, Presiden Prabowo diterima secara resmi oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch.
Pertemuan di istana kerajaan itu membahas berbagai isu strategis, termasuk penguatan kerja sama bilateral di sejumlah sektor. Kunjungan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dan Belanda untuk terus mempererat hubungan dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Percakapan telepon terbaru ini menjadi tindak lanjut dari komitmen yang telah dibangun sebelumnya. Indonesia dan Belanda selama ini menjalin hubungan erat yang didukung kedekatan sejarah dan budaya, mencakup bidang perdagangan, pengelolaan sumber daya air, serta pertanian berkelanjutan.