FIFA Siapkan 11 Aturan Baru untuk Piala Dunia 2026, Waktu Buang-buang Waktu Jadi Target Utama

Penulis: Wahyudi Santoso  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 03:40:31 WIB
FIFA memperkenalkan 11 aturan baru untuk mempercepat jalannya pertandingan Piala Dunia 2026.

KALIMANTAN SELATAN — FIFA tidak main-main dalam memberantas kebiasaan membuang-buang waktu yang sudah lama mengganggu sepak bola modern. Untuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, badan sepak bola dunia menyiapkan 11 aturan baru. Langkah ini digagas langsung oleh Pierluigi Collina, yang ingin pertandingan berjalan lebih efektif dan mengurangi potensi kontroversi akibat keputusan wasit.

Kiper dan Pemain Diburu Waktu, Wasit Siap Hitung Mundur

Salah satu perubahan paling krusial adalah penerapan hitungan mundur untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam. Kiper yang kedapatan sengaja memperlambat permainan akan diberi waktu lima detik untuk melepaskan bola. Jika melanggar, tendangan gawang bisa berubah menjadi tendangan sudut untuk lawan, atau lemparan ke dalam berpindah tangan.

Collina percaya, ancaman kehilangan penguasaan bola lebih efektif daripada sekadar kartu kuning. “Kartu kuning tidak selalu menjadi jera karena wasit jarang memberikan kartu kedua untuk pelanggaran serupa,” tulis laporan resmi FIFA. Wasit akan menunjukkan hitungan dengan gerakan tangan naik-turun, persis seperti yang sudah diterapkan untuk kiper yang menahan bola terlalu lama.

Pergantian Pemain Wajib 10 Detik, Tim Bisa Bermain dengan 10 Orang

Aturan baru juga menyasar proses pergantian pemain yang kerap berlarut-larut. Pemain yang diganti kini hanya punya waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan melalui titik terdekat. Jika gagal, pemain pengganti tidak boleh masuk hingga permainan berhenti berikutnya—setidaknya satu menit—dan tim harus bermain dengan 10 pemain.

Uji coba aturan ini sudah terbukti ampuh. Dalam laga uji coba antara Jepang dan Islandia pada 31 Mei lalu, seorang pemain Islandia terlalu lambat keluar lapangan. Akibatnya, Islandia bermain dengan 10 orang selama lebih dari dua menit, dan Jepang mencetak gol kemenangan saat Islandia masih kekurangan pemain.

Pemain Cedera Wajib Istirahat Satu Menit, Kecuali Kasus Khusus

Kebijakan lain yang langsung berlaku di semua kompetisi mulai musim depan adalah kewajiban pemain yang mendapat perawatan fisioterapis untuk menepi selama satu menit. Sebelumnya, aturan ini hanya 30 detik di Premier League. FIFA sempat menguji coba dua menit di Piala Arab, tapi mendapat penolakan dari liga domestik sehingga disepakati satu menit.

Ada pengecualian untuk beberapa situasi: jika kiper cedera, terjadi tabrakan antara kiper dan pemain lapangan, cedera parah seperti gegar otak, atau ketika lawan mendapat kartu merah. Jika pemain cedera adalah eksekutor penalti, ia juga boleh langsung kembali bermain.

Taktik Pura-pura Cedera Kiper Mulai Dipersempit

Fenomena “goalkeeper tactical timeout” yang marak dalam beberapa musim terakhir juga menjadi sasaran. Collina telah memperingatkan 48 pelatih yang lolos ke Piala Dunia 2026 bahwa pemain dilarang mendekati area teknis saat kiper cedera. Langkah ini hanya menyelesaikan sebagian masalah, karena trik memanggil fisioterapis untuk mengulur waktu masih bisa dilakukan.

Semua aturan ini akan mulai diterapkan di Piala Dunia 2026, dan sebagian besar akan diadopsi oleh Premier League, English Football League, serta Scottish Premiership pada musim 2026/2027. Para penggemar sepak bola di Indonesia pun perlu bersiap menyaksikan tempo pertandingan yang jauh lebih cepat dan lebih sedikit celah untuk bermain curang.

Reporter: Wahyudi Santoso
Back to top