KALIMANTAN SELATAN — Harapannya, rakernas bertema "Mengokohkan Peran Strategis ANTARA dalam Ekosistem Informasi Negara dan Transformasi Bisnis Media Digital" itu tak sekadar seremonial. Hambra ingin forum yang dihadiri seluruh kepala biro ANTARA se-Indonesia ini melahirkan pemikiran-pemikiran besar untuk bangsa.
"Selamat ber-Rakernas, semoga bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran besar buat bangsa ini, pemikiran-pemikiran besar buat ANTARA," ujar Hambra dalam arahannya di Yogyakarta, Rabu sore.
Menurut Hambra, pimpinan BP BUMN sudah memberi lampu hijau. "Siapkan program anda apa yang bisa didukung BUMN, akan didukung nanti oleh BUMN. Kalau pimpinan kita sudah menyampaikan seperti itu, dan itu tidak terjadi, salah sendiri," tegasnya.
Ia meminta ANTARA tak hanya mengandalkan program yang sudah berjalan. Inovasi dan terobosan baru mutlak diperlukan agar kantor berita ini benar-benar menjadi kebanggaan, sebagaimana cita-cita saat ANTARA didirikan sebagai Perum.
Hambra menekankan bahwa sumber daya manusia (SDM) adalah investasi yang tidak bisa ditawar. Ia menyebut ANTARA, seperti BUMN pada umumnya, bermodal utama SDM. Jika SDM-nya tidak berkembang, kantor berita itu tidak akan bisa berbuat banyak.
"ANTARA mau besar atau tidak, tergantung pada SDM-SDM-nya itu bermain pada level mana. Itu tolong diidentifikasi dan tolong itu diperjuangkan. Apa yang bisa kita support nanti disampaikan ke kami, kami support sepenuhnya," katanya.
Ia juga mendorong agar para pegawai ANTARA memiliki rasa percaya diri sebagai bagian dari lembaga pemerintah negara yang harus menguasai peta pemberitaan di Republik ini. "Dan kami yakin ANTARA bisa melakukan itu," pungkas Hambra.