TABALONG — Kabar duka kembali menyelimuti pemberangkatan jemaah haji asal Kalimantan Selatan. Seorang jemaah Kloter BDJ 19 asal Kabupaten Tabalong meninggal dunia di Rumah Sakit Spesialis Al Noor, Mekkah, pada pukul 21.45 waktu Arab Saudi.
Jemaah tersebut diketahui memiliki riwayat penyakit yang menjadi faktor utama dalam kondisi kesehatannya selama menjalani ibadah haji. Pihak petugas haji Indonesia di Arab Saudi masih melakukan koordinasi dengan pihak keluarga di Tanah Air terkait proses pemulasaraan jenazah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhum termasuk dalam kategori jemaah haji risiko tinggi (risti) karena memiliki penyakit bawaan. Meski telah menjalani pemeriksaan kesehatan pra-keberangkatan, kondisi fisik jemaah risti tetap rentan mengalami penurunan di tengah cuaca ekstrem Mekkah.
Petugas kesehatan kloter telah melakukan pemantauan intensif sejak jemaah mengeluh sakit. Namun, kondisi almarhum terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit rujukan.
Pihak Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan petugas sektor Mekkah telah mengambil langkah-langkah sesuai prosedur operasional standar. Jenazah akan dimakamkan di Arab Saudi setelah melalui proses administrasi dan fardhu kifayah oleh petugas.
Keluarga di Kabupaten Tabalong telah dihubungi oleh petugas untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai kronologi dan penyebab kematian. Proses asuransi jiwa bagi jemaah haji juga akan segera diproses oleh pihak terkait.
Kloter BDJ 19 merupakan kelompok terbang terakhir jemaah haji asal Kalimantan Selatan yang diberangkatkan dari Banjarmasin. Seluruh jemaah dalam kloter ini telah menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci sebelum insiden tersebut terjadi.
Petugas haji mengimbau seluruh jemaah, terutama yang memiliki riwayat penyakit, untuk selalu menjaga kondisi fisik dan segera melapor jika merasakan gejala sakit. Cuaca panas ekstrem di Mekkah menjadi tantangan utama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki komorbid.