Rupiah Dibuka di Rp17.878 per Dolar AS, Tertekan Eskalasi Konflik Timur Tengah

Penulis: Benny Surbakti  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 10:46:25 WIB
Rupiah dibuka melemah di Rp17.878 per dolar AS seiring eskalasi konflik Timur Tengah.

KALIMANTAN SELATAN — Pagi ini, rupiah nyaris menyentuh level psikologis Rp17.900 per dolar AS. Posisi pembukaan tersebut merupakan yang terlemah dalam beberapa pekan terakhir, mengindikasikan tekanan berlanjut terhadap mata uang Garuda.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan kekhawatiran pasar terhadap prospek perdamaian di Timur Tengah menjadi pemicu utama pelemahan. "Eskalasi baru di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap prospek perdamaian dan mendorong lonjakan harga minyak dunia," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

"Kondisi ini berpotensi menekan rupiah terhadap dolar AS," tambah Lukman.

Pergerakan Mata Uang Asia: Ringgit Paling Tertekan

Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Ringgit Malaysia menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 0,25 persen, disusul yuan China yang terkoreksi 0,05 persen dan peso Filipina yang turun 0,03 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan justru menguat 0,11 persen, sementara yen Jepang dan dolar Singapura mencatat penguatan tipis.

Dari negara maju, poundsterling Inggris menguat 0,03 persen dan dolar Kanada bergerak stabil. Sebaliknya, euro Eropa melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,05 persen, dan franc Swiss turun 0,06 persen.

Mengapa Konflik Timur Tengah Berdampak Langsung ke Rupiah?

Eskalasi konflik di kawasan produsen minyak utama dunia selalu menjadi sentimen negatif bagi negara importir minyak seperti Indonesia. Lonjakan harga minyak mentah meningkatkan beban impor energi, memperlebar defisit transaksi berjalan, dan pada akhirnya menekan nilai tukar rupiah.

Pasar saat ini juga mencermati sikap bank sentral AS (The Fed) yang masih hawkish, membuat dolar AS tetap perkasa di hadapan mata uang negara berkembang. Kombinasi faktor eksternal ini membuat rupiah sulit beranjak dari tekanan.

Proyeksi dan Level Kritis Hari Ini

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Rabu ini. Level Rp17.900 menjadi resistance psikologis yang jika ditembus, bisa membuka ruang pelemahan lebih lanjut.

Sebaliknya, level support terdekat berada di Rp17.800. Jika rupiah mampu bertahan di atas level tersebut, tekanan jual bisa mereda sementara. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi AS yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Benny Surbakti
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top