TANJUNG — Penundaan Konferkab PWI Tabalong bukan tanpa alasan. PWI Kalsel menyebut ada dua pertimbangan utama yang mendasari perubahan jadwal tersebut.
Pertama, PWI Kalsel ingin menggabungkan pelaksanaan Konferkab PWI Tabalong dengan Konferkab PWI Hulu Sungai Utara (HSU). Langkah ini dinilai lebih efektif dan efisien dari segi waktu serta sumber daya organisasi.
"Pertimbangannya adalah untuk efektivitas dan efisiensi waktu agar pelaksanaan Konferkab PWI Tabalong bisa dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Konferkab PWI Hulu Sungai Utara (HSU)," bunyi petikan surat resmi tersebut.
Kedua, panitia dan pengurus wilayah ingin memastikan Bupati Tabalong hadir dalam acara tersebut. Kehadiran orang nomor satu di Bumi Saraba Kawa itu dinilai krusial sebagai wujud sinergi antara insan pers dan pemangku kebijakan daerah.
Ketua Panitia Konferkab PWI Tabalong, Chandra Bagus Santoso, mengungkapkan bahwa persiapan teknis sebenarnya sudah berjalan hingga tahap penjaringan calon ketua.
“Sesuai PD ADRT PWI dan arahan dari PWI Provinsi Kalsel ada lima orang anggota PWI Tabalong yang memegang kartu UKW Madya yang memiliki hak mencalonkan diri sebagai ketua,” jelasnya.
Dari lima orang tersebut, empat di antaranya telah menyatakan diri maju sebagai calon ketua. Satu orang sisanya memilih tidak mencalonkan diri.
Meski harus menjadwal ulang seluruh rangkaian acara, PWI Kalsel tetap memberikan apresiasi kepada Panitia Pelaksana Konferkab PWI Tabalong yang dinilai telah bekerja keras mempersiapkan acara.
Surat pemberitahuan penundaan ini juga telah ditembuskan kepada Dewan Kehormatan PWI Kalsel. Langkah itu diambil demi menjaga transparansi dan tertib administrasi organisasi.
Dengan diundurnya jadwal, seluruh agenda Konferkab PWI Tabalong kini akan diselaraskan dengan Konferkab PWI HSU yang rencananya berlangsung pada Juli 2026. Kepastian tanggal pelaksanaan akan diumumkan lebih lanjut oleh PWI Provinsi Kalsel.