KALIMANTAN SELATAN — NaikMotor – Harley-Davidson resmi meluncurkan platform brand global terbaru bertajuk "RIDE", yang diklaim sebagai simbol era baru sekaligus penghormatan terhadap warisan perusahaan yang sudah eksis sejak 1903. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh President and CEO Harley-Davidson, Artie Starrs, dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima redaksi, Selasa (18/2).
Menurut Artie Starrs, platform RIDE hadir sebagai titik awal yang fundamental bagi arah perkembangan brand ke depan. "Saya sangat antusias meluncurkan platform RIDE sebagai sebuah full reset dari brand ini menjelang peluncuran strategi perusahaan kami di bulan Mei," ujar Starrs dalam keterangan resmi.
Berbeda dengan kampanye temporer, platform RIDE dirancang untuk menjadi identitas permanen yang merepresentasikan gaya hidup, emosi, dan semangat berkendara khas pengguna Harley-Davidson. Pabrikan asal Milwaukee ini ingin menegaskan bahwa pengalaman berkendara bukan hanya soal spesifikasi mesin, melainkan tentang kebebasan, komunitas, dan cerita yang tercipta di setiap perjalanan.
Artie Starrs menambahkan, platform ini merayakan kesenangan dan kegembiraan yang dirasakan orang-orang saat mengendarai sepeda motor buatan perusahaannya. "Platform ini merayakan kesenangan dan kegembiraan yang dirasakan orang-orang saat mengendarai sepeda motor terhebat di dunia, Harley-Davidson," tegasnya.
Peluncuran platform RIDE menjadi sinyal bahwa Harley-Davidson sedang melakukan transformasi besar-besaran secara global. Langkah ini dinilai penting mengingat brand tersebut tengah berupaya menjangkau generasi pengendara baru tanpa meninggalkan basis penggemar setianya.
Bagi pengguna di Indonesia, platform ini kemungkinan akan mulai terlihat pada materi pemasaran dan komunikasi dealer resmi dalam beberapa bulan ke depan. Namun, dampak paling konkret baru akan terlihat pada Mei 2025, saat perusahaan menjabarkan strategi bisnis terbarunya yang akan menjadi acuan peluncuran model-model mendatang.
Belum ada informasi mengenai perubahan pada jajaran produk atau harga untuk pasar Tanah Air. Namun, dengan adanya "full reset" brand, bukan tidak mungkin pendekatan Harley-Davidson terhadap pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, akan mengalami penyesuaian — terutama dalam hal segmentasi dan cara berkomunikasi dengan komunitas pengendara lokal.