Omzet Bumbu Masak di Pasar Bauntung Banjarbaru Naik Tiga Kali Lipat Usai Iduladha, Bumbu Rendang dan Rawon Paling Diburu

Penulis: Benny Surbakti  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:04:08 WIB
Omzet penjualan bumbu masak di Pasar Bauntung Banjarbaru meningkat tiga kali lipat pasca Iduladha.

BANJARBARU — Gelombang pembelian daging kurban usai Iduladha mendorong lonjakan omzet yang signifikan di kalangan pedagang bumbu masak tradisional di Pasar Bauntung. Salah seorang pedagang di pasar tersebut mengungkapkan bahwa pendapatannya meningkat tiga kali lipat dibandingkan hari biasa, dengan bumbu rendang dan rawon menjadi yang paling laris diburu pembeli.

Bumbu Rendang dan Rawon Memuncaki Daftar Permintaan

Para pedagang di Pasar Bauntung mencatat bahwa bumbu rendang dan rawon menjadi dua varian dengan permintaan tertinggi. Kedua jenis bumbu ini merupakan bumbu dasar yang paling umum digunakan untuk mengolah daging sapi atau kerbau, terutama dalam jumlah besar saat momen Iduladha.

“Biasanya omzet Rp 200 ribu sehari, sekarang bisa Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu. Paling banyak yang cari bumbu rendang dan rawon,” ujar seorang pedagang bumbu di Pasar Bauntung, Senin (17/6).

Fenomena Tahunan yang Menggerakkan Ekonomi Pedagang Kecil

Lonjakan permintaan bumbu masak ini merupakan siklus tahunan yang selalu terjadi pascaperayaan Iduladha. Tradisi mengolah daging kurban dalam jumlah besar mendorong warga untuk membeli bumbu dalam kemasan lebih banyak, baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dibagikan ke tetangga dan keluarga.

Kondisi ini memberikan berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM bumbu tradisional yang menggantungkan pendapatan pada momen-momen besar keagamaan. Pasar Bauntung sendiri dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan tradisional utama di Kota Banjarbaru yang selalu ramai menjelang hari raya.

Dampak Langsung ke Rantai Pasok Bumbu Lokal

Meningkatnya omzet penjual bumbu di Pasar Bauntung juga berdampak positif pada perputaran ekonomi di tingkat pemasok bahan baku lokal. Para pedagang di pasar ini umumnya menggunakan rempah-rempah yang dibeli langsung dari petani atau distributor di Kalimantan Selatan, sehingga kenaikan permintaan turut menggerakkan sektor hulu.

Para pedagang berharap tren kenaikan ini dapat bertahan setidaknya hingga sepekan ke depan, seiring masih banyaknya warga yang mengolah stok daging kurban. Mereka juga menyiapkan stok tambahan untuk mengantisipasi lonjakan susulan pada akhir pekan.

Reporter: Benny Surbakti
Sumber: radarbanjarmasin.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top